SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Â Tim Optimalisasi Kandungan Lokal bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur mensayangkan tidak hadirnya operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOBP-PEJ) dalam pertemuan rutin antara anggota tim optimalisasi dengan kontrak kontrak kerja sama (K3S) Migas, Rabu (30/10/2013). Alasannya, pertemuan rutin tersebut untuk mengetahui dan membahas kendala-kendala yang dihadapi K3S maupun kontraktornya dalam melakukan kegiatan di Bojonegoro.
Ketua Tim Optimalisasi, Soehadi Mulyono, menyampaikan, pertemuan  rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali ini diharapkan menjadi perhatian khusus bagi tiap-tiap K3S atau operator baik itu Mobil Cepu Limited (MCL), Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ), maupun Pertamina EP Asset 4.
“Agar jika ada permasalahan ditingkat daerah bisa tersampaikan. Jangan ada salah faham lagi antara Pemkab dengan K3S dan kontraktornya,” tegas Soehadi.
Dia mengatakan, forum atau pertemuan ini untuk mengetahui kendala-kendala di lapangan. Sehingga dapat mengkoordinasikan dengan masing-masing instansi dan masyarakat jika memang berhubungan dengan masalah sosial.
“Tapi yang terpenting adalah menjalin komunikasi dengan baik dengan semua operator dan kontraktornya. Jangan saat ada masalah saja datang ke saya,” tegas pria yang juga Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro ini.
Dia mencontohkan, seperti MCL dan kontraktornya selama ini jarang sekali berkomunikasi dan berkoordinasi mengenai proyek Blok Cepu. Tetapi, saat terjadi masalah datang dan meminta bantuan seolah-olah Pemkab adalah pemadam kebakaran.
“Kalau perlu mengundang pihak-pihak terkait seperti Suharto warga Desa Pacul dan Ali Mukarom yang masih melakukan penawaran harga tanah untuk duduk bersama,” tegas Soehadi.
Bahkan, rasa kecewa diungkapkan Soehadi kepada JOB P-PEJ yang tidak menghadiri rapat tersebut. Padahal selama ini banyak sekali masalah sosial yang perlu dibahas dan menjadi pelajaran K3S lainnya.
“Ini JOB P-PEJ mana? Kalau ada masalah saja datang ke kita, padahal banyak yang perlu dibahas,” tanya Soehadi kepada peserta rapat.
Dia berharap, pada rapat selanjutnya semua K3S hadir dan memberikan laporan atau progres report proyek migas di Bojonegoro (rien)