Polisi Sulit Ungkap Kasus Tabrak Lari

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro-  Kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur cenderung meningkat. Bahkan, dalam dua tahun terakhir kasus laka lantas dengan modus tabrak lari cenderung naik dan belum ada yang terungkap.

Berdasarkan data dari Bagian Laka Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro menyebutkan, jumlah laka lantas pada Agustus 2013 terungkap ada 71 kejadian, 19 korban diantaranya meninggal dunia, 5 korban luka berat, dan 147 korban lainnya mengalami luka ringan. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp65 juta.

Pada September 2013 tercatat, ada 55 kejadian laka lantas dengan korban meninggal 8 orang, korban luka berat 2 orang, dan korban luka ringan 104 orang, serta kerugian materiil ditaksir mencapai Rp61 juta.

Sedangkan, pada Oktober 2013 terungkap ada 53 kasus kejadian laka lantas dengan korban meninggal 10 orang, korban luka berat 1 orang, dan korban luka ringan 100 orang, serta kerugian materiil ditaksir mencapai Rp59 juta.

Sementara itu, pada tahun 2012 terungkap ada 32 kasus kejadian laka lantas tabrak lari. Sedangkan, hingga Oktober 2013 sudah terungkap ada 33 kasus kejadian laka lantas tabrak lari dengan jumlah korban meninggal 8 orang, satu korban mengalami luka berat, dan 37 korban lainnya mengalami luka ringan.

Baca Juga :   Tak Gelar Aksi di May Day, Buruh Rokok Tetap Tolak RUU Kesehatan 

Menurut Kepala Unit Laka Satlantas Polres Bojonegoro, Iptu Donatus Kono, kasus laka lantas tabrak lari itu belum ada yang terungkap.

“Memang belum ada yang terungkap kasus tabrak lari itu,” ujarnya. 

Donatus mengungkapkan, sulitnya mengungkap kasus laka lantas tabrak lari itu disebabkan banyak hal. Di antaranya saksi masyarakat di sekitar lokasi kejadian biasanya enggan memberikan kesaksian atau keterangan terkait kejadian laka lantas tabrak lari itu.

“Selain itu kasus tabrak lari juga sering terjadi di daerah yang jauh dari permukiman warga,” tandasnya. 

Dia mengatakan, kasus tabrak lari itu hampir merata terjadi di wilayah Bojonegoro. Namun, kasus tabrak lari banyak terjadi di jalur-jalur tengkorak yakni jalur Bojonegoro-Babat, Bojonegoro-Cepu, dan Bojonegoro-Ngawi.

Di sepanjang jalur Bojonegoro-Cepu kondisi jalan raya banyak berlubang dan sering menyebabkan terjadinya laka lantas. Sementara di jalur Bojonegoro-Ngawi terdapat daerah kawasan hutan dan jalannya berliku naik turun tajam.

Terakhir kasus tabrak lari terjadi di jalur Bojonegoro-Babat. Abu Sujak, 60, warga Desa Balongdowo, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, menjadi korban tabrak lari saat melintas di jalan raya kawasan Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Ia meninggal dunia seketika di lokasi kejadian perkara. (rien)

Baca Juga :   751 Rumah di Bojonegoro Terendam Banjir

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *