751 Rumah di Bojonegoro Terendam Banjir

BENCANA ALAM : Pengendara sedang menuntun sepeda motornya karena jalan poros Desa Kalianyar tergenangi air.
BENCANA ALAM : Pengendara sedang menuntun sepeda motornya karena jalan poros Desa Kalianyar tergenangi air.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Banjir mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (6/2/2024). Setidaknya ada sembilan desa di Bojonegoro yang terendam banjir.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ardhian Orianto mengatakan, akibat hujan deras pada Senin (5/2/2024) kemarin sebagian wilayah di Bojonegoro teredam banjir.

“Petugas BPBD saat assessment mencatat ada delapan desa yang terendam banjir,” kata Ardhian.

Delapan desa itu adalah Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Desa Penganten, Kecamatan Balen, Desa Wedi, Sembung serta Kalianyar di Kecamatan Kapas, Desa Kadungrejo, dan Desa Pesen, Kecamatan Kanor. Dia mengatakan, dampak banjir tersebut merendam sekitar 268 rumah.

“Data itu belum termasuk desa lainnya, karena masih proses pendataan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com.

Anak-anak sedang bermain di halaman rumah yang terendam air.
Anak-anak sedang bermain di halaman rumah yang terendam air.

Dia mengatakan, banjir yang terjadi di delapan desa itu menyebabkan sejumlah rumah, jalan, fasilitas umum, dan ratusan hektare sawah terendam. Bahkan jalan antar kecamatan juga terendam banjir.

Sekretaris Desa Kalianyar, Ika Farihatunnisa’R mengatakan, hingga kini banjir masih merendam rumah warga. Banjir kiriman dari wilayah selatan Bojonegoro itu, pukul 0700 WIB pagi mulai masuk pemukiman warga.

Baca Juga :   262 KK Terdampak Banjir di Bojonegoro Belum Terima Bantuan

“Banjir itu kiriman wilayah selatan yakni dari Dander. Sehingga, selain air masuk rumah warga juga jalan poros desa tergenang,” katanya.

Dia mengatakan, ada 483 rumah di Desa Kalianyar terendam banjir kiriman tersebut. Banjir, lanjut dia, juga merendam 62 hektare sawah milik warga dengan ada tanaman padinya berusia sekitar 30 hingga 75 hari.

Menurut Ika, banjir kiriman rutin masuk Desa Kalianyar, akan tetapi tidak setiap tahun. Yakni merendam sawah dan rumah warga.

“Kalau ditotal dengan data BPBD, jumlah rumah tergenang banjir sebanyak 751 rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Fatma, warga Sukosewu mengatakan, banjir juga merendam sejumlah jalan desa dan persawahan milik petani. Namun banjir belum masuk ke dalam rumah.

“Banjir hanya sampai teras saja. Belum sampai masuk rumah warga,” kata warga Desa Sumberejo Kidul itu.(jk)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *