Potensi Minyak KGR-1 PHE Randugunting Besar

KGR1

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora –  Pengeboran sumur minyak Kenangarejo (KGR) – 1 di Desa Sambongrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang dilakukan Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting sejak 10 Oktober 2013, mendapatkan hasil bagus. Dikabarkan sumur tersebut memiliki potensi minyak di titik pengeboran.

Kabar itu disampaikan Bupati Djoko Nugroho saat menerima kunjungan kerja dan silaturahmi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jawa Bali Madura dan Nusa Tenggara (Jabamanusa), di aula Pemkab Blora, Kamis (14/11/2013).

“Dua hari lalu pimpinan PHE Randugunting menemui saya. Mereka mengabarkan perkembangan terkini pengeboran sumur KGR. Katanya ada tanda-tanda minyaknya,” kata bupati, mengungkapkan.

Di hadapan sejumlah pejabat SKK Migas serta pejabat perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas di Blora, Djoko Nugroho, menegaskan, pihaknya berharap banyak kabar tersebut benar adanya.

“Saya beserta seluruh warga Blora berdoa agar pengeboran PHE Randugunting kali ini benar-benar mendapatkan minyak dalam jumlah besar,’’ ucapnya.

Baca Juga :   Belum Ada Kesepakatan, Operator Pagar Lahan Warga

Harapan yang disampaikan bupati itu bukan tanpa alasan. Sebab, sudah dua kali PHE melakukan pengeboran di wilayah Blora, yaitu sekitar tahun 2010 dan 2011 di Desa Krocok, Kecamatan Japah dan di Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Namun dua kali pengeboran tersebut tidak mendapatkan minyak. Padahal berdasarkan data yang ada, Blok Randugunting yang wilayahnya meliputi lima kabupaten di Jateng yakni Blora, Grobogan, Pati, dan Rembang dan Kabupaten Tuban, Jawa Timur  memiliki potensi minyak yang tidak kalah besar dengan Blok Cepu.

Sekadar diketahui, potensi minyak di Blok Randugunting diperkirakan mencapai dua miliar barel. Sedangkan potensi minyak Blok Cepu berkisar tiga miliar barel.  Karena itu, pengeboran kali ketiga di Blora ini diibaratkan sebagai pengeboran pertaruhan.

Apalagi tiga perusahaan migas dari tiga negara yaitu Indonesia (Pertamina), Malaysia (Petronas) dan Vietnam (Petro Vietnam) tergabung dalam PHE Randugunting. Menurut rencana, pengeboran untuk mencari sumber minyak itu berlangsung selama 55 hari kerja sejak tanjak pertama 10 Oktober.  Sumur KGR-1 akan dibor hingga kedalaman 2.207 meter.

Baca Juga :   Gandeng Elnusa, Pengembangan Mudi-27 Selesai Lebih Cepat dari Target

“Kami berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki untuk mendapatkan minyak,’’  tandas perwakilan PHE Randugunting, Paulus Hendra  yang turut hadir di acara yang berlangsung di Aula Pemkab Blora.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *