BLH Bawa Sample Lumpur untuk Diuji Laborat

Sumur Tua

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi sumur D 67 Wonocolo di Dusun Sendangilo, Desa Hargomulyo yang mengalami blow up sehingga mengeluarkan semburan lumpur, Senin (18/11/2013). Sumur minyak tua itu selama ini ditambang secara tradisional oleh warga setempat.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Tedjo Sukmana, mengatakan, Pemkab langsung membentuk tim yang terdiri dari Asisten II, Polres Bojonegoro, Bagian Sumber Daya Alam (SDA), Satpol PP, dan Bagian Laboratorium dan mendatangi lokasi untuk meninjau semburan lumpur.

“Dari pantauan kami ada kesalahan tekhnis dari pengeboran yang dilakukan oleh warga sebagai penambang,” tegas Tedjo kepada SuaraBanyuurip.com

Dia menjelaskan, saat ini tinggi semburan sudah mulai berkurang dari sebelumnya setinggi 14 meter kini tinggal 13,20 meter. Meskipun begitu, pihaknya akan mengambil sample atau contoh air dan lumpur yang tersembur dari sumur minyak peninggalan Zaman Belanda itu.

“Kami akan melihat kadar air dan lumpur yang keluar dan akan dibawa ke Laboratorium Surabaya, apakah ada unsur B3 yang merupakan limbah berbahaya,” tegas mantan staf ahli Bupati Bojonegoro ini.

Baca Juga :   Tuntaskan Isu Lahan dan Perizinan Kilang Tuban

Pihaknya menyatakan, Pemkab akan mengklarifikasi Pertamina EP Asset 4 selaku operator wilayah kerja pertambangan sumur tua untuk mencari jalan keluarnya.

“Banyak sekali yang akan kami bahas.  Semoga ada iktikad baik dari Pertamina EP Asset 4, agar tidak terjadi kesalahan dalam sistem pengeboran disana, juga aspek sosialnya,” tegas Tedjo.

Dkonfirmasi terpisah, Manajer Humas PT Pertamina AP Asset 4, Agus Amperianto, menegaskan, sesuai info yang dimonitor dari sumur Wonocolo yang menyembur tersebut tidak di operasikan oleh Pertamina EP Asset 4.  Karena untuk sumur D-67 secara legalitas berada di bawah naungan KUD sumber pangan.

“Meski kami telah meminta rekan-rekan di lapangan untuk standby dan mengantisipasi perkembangan di wilayah operasi,” tegas Agus.

Menurut dia, penyebab kejadian blowup tersebut  dikarenakan  pembersihan sumur yang dilakukan terlalu kedalam.  Saat ini sumur ditutup supaya tidak menyembur ke atas dan dipasang pipa supaya mengalir ke bak penampungan.

“Fluida yang keluar kebanyakan air dan lumpur dan sedikit minyak,” pungkas Agus.(rien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *