SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Memasuki musim hujan di penghujung tahun ini, pintu Bendung Gerak Babat (Babat Barrage) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur sudah dibuka sejak akhir Oktober lalu. Bahkan dengan mulai tingginya intensitas curah hujan di wilayah setempat, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Lamongan sudah mensiagakan “Jajaran Kalijaga†yang bertugas 24 jam, 7 hari dalam seminggu untuk memantau ketinggian air Sungai Bengawan Solo.
Jajaran Kalijaga itu adalah petugas pemantau yang siaga di UPT di Kecamatan Babat, Laren, Karanggeneng dan Kuro. Mereka bertugas memantau ketinggian air Sungai Bengawan Solo di pos-pos tersebut yang bekerjasama dengan petugas yang ada di pos Bojonegoro dan Karangnongko, di perbatasan dengan Ngawi.
“Sehingga jika ada kenaikan debit air bengawan bisa segera dikoordinasikan untuk mengantisipasi dan mengambil tindakn,†ujar Kabag Humas dan Infokom Mohammad Zamroni saat dikonfirmasi SuaraBanyurip.com di ruang kerjanya, Rabu (20/11/2013).
Selain itu, Dinas PU Pengairan juga sudah memetakan tujuh titik tanggul Sungai Bengawan Solo di sepanjang Lamongan, baik yang rawan maupun dengan status waspada. Saat ini kondisi ketinggiahn air di Sungai Bengawan Solo masih cukup aman, meski pintu di Babat Barrage sudah dibuka.
“Namun kami tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menempatkan petugas pemantau ketinggian air,†tegas dia.
Untuk tanggul yang rawan, sudah dilakukan langkah atisipasi, baik darurat maupun permanen. Tanggul yang rawan tersebut adalah tanggul negara dan tebing di Desa Pangean, Kecamatan Maduran, karena tebing Bengawan Solo longsor sepanjang 150 meter. Kondisi tebing ini sudah ditangani 100 meter dan masih dikerjakan 50 meter sisanya.
Kemudian tebing Desa Pangkatrejo, Kecamatan Maduran yang longsor sepanjang 150 meter. Sedangkan tangkis negara di Desa Jagran, Kecamatan Karanggeneng ambles sepanjang 50 meter. Juga tangkis negara di Desa Candi Tunggal, Kecamatan Kalitengah yang tebingnya longsir 60 meter sudah ditangani.
Sementara tangkis negara di Dusun Mendolo, Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah yang tebing sliding sepanjang 100 meter juga sudah ditangani. Namun tetap harus diwaspadai karena rawan ada gerusan.
Selanjutnya tangkis di Desa Bedahan, Kecamatan Babat yang posisinya kurang tinggi sudah dikoordinasikan dengan camat setempat. Sementara di Kecamatan Laren, yakni tangkis Desa Bolutigo, Mojoasem, Siser, Pesanggrahan perlu diwaspadai.(tok)