SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur memfasilitasi pertemuan antara warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas dengan operator migas Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di ruang eksekutif Polres setempat, Jumat (22/11/2013).
Pertemuan tertutup yang berlangsung selama 4 jam dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Adi Wibowo, itu membahas tentang sembilan item yang disepakati bersama antara warga Ngampel dengan JOBP-PEJ pada waktu unjuk rasa beberapa waktu lalu. Namun dari kesepakatan bersama itu belum juga direalisasikan operator.
Hadir dalam pertemuan itu Kepala Desa Ngampel, Pujiono dan BPD, Field Manager JOB P-PEJ Junizar didampingi Field Administration Superintendan JOB P-PEJ, Basith Syarwani.
Sembilan item yang disepakati itu diantaranya pengaspalan jalan poros desa dari arah Jalan Veteran, pembuatan saluran air sepanjang 100 meter, pembuatan sabuk hijau, pengaktifan PKDB (Penganggulangan Keadaan Darurat dan Bahaya), keterlibatan kontraktor lokal dalam pemanfaatan transportasi yang digunakan JOB P-PEJ, realisasi CSR 2013.
Kemudian, pengalihan tali asih dari Rp 25 Juta tiap bulan dalam bentuk program, status rumah Dodi Widodo yang akan disewa dan perekrutan tenaga kerja bidang sweeper dan watch man.
Kepala Desa Ngampel, Pujiono, menyampaikan, agar apa yang sudah disepakati bersama tersebut jangan lagi diingkari oleh JOB P-PEJ. Karena selama ini operator terkesan berbelit-belit dan tidak merespon peringatan dari Pemdes Ngampel.
Apalagi, kata Pujiono, tuntutan yang diajukan warga ini dirasa layak karena tanah yang mengeluarkan kandungan minyak berada di Desa Ngampel dan warga berhak mendapatkan kesejahteraan.
“Kita lihat saja, apakah dilaksanakan atau tidak. Yang jelas mereka sudah menandatangi nota kesepahaman jadi semoga tidak ingkar janji lagi,” tegas kakek dari satu cucu ini.
Terpisah, Kapolres Bojonegoro AKBP. Adi Wibowo, menyatakan, mediasi ini dilakukan agar ada komunikasi yang baik antara warga Ring 1 dengan operator dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Hal ini akan terus dilakukan agar ada titik temu antara kedua belah pihak.
“Kan tidak harus demo atau menghentikan aktivitas pengeboran,” tandasnya.(rien)