Warga Tawun Protes Pembersihan Sumur TGE

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Warga yang selama ini melakukan penambangan secara tradisional di salah satu sumur minyak mentah di Dusun Tawun, Desa Kumpulrejo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendatangi lokasi pengeboran pembersihan (Well Service) yang dilakukan PT Tawun Gegunung Energi (TGE), Selasa (17/12/2013).

Mereka melakukan protes, karena selama ini PT TGE dianggap belum pernah memberitahu mereka tentang rencana pengeboran ditempat tersebut. Padahal selama ini  para penambang tradisional merasa ikut menjaga dan merawat sumur tersebut sejak tahun 2007 silam.

“Bayangkan sejak di Bor oleh Pertamina tahun 2003 lalu sumur ini dibiarkan dan banyak besi yang hilang, selain itu sumur ini juga ada yang merusak dengan sengaja mengisi dengan besi dan sampah,” terang Dirin (28), salah satu penambang dilokasi kejadian.

Melihat sumur itu tidak terurus, mereka kemudian melakukan iuran dan mulai membersihkan sumur tersebut supaya bisa dimanfaatkan sejak tahun 2007 silam. Selain itu, mereka juga memberlakukan piket untuk berjaga-jaga malam di lokasi sumur tersebut dari tangan-tangan yang berusaha merusaknya kembali.

Baca Juga :   Produksi Minyak Pad B Belum Bisa Dihitung

“Ada sekitar 6 kelompok Mas, yang memanfaatkan sumur ini. Kami iuran dan menjaga setiap malam supaya sumur itu tidak dirusak orang lagi, bayangkan sekarang mau di operasikan lagi tapi kok tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” tambah Kartono (30), warga yang lain.

Saat ini, ada sekitar 50 orang yang memanfaatkan sumur tersebut secara bergiliran. Mereka mengaku kesal, karena merasa tidak diberitahu sebelumnya bahwa sumur tersebut akan difungsikan kembali. mereka merasa kaget, setelah beberapa hari ini ada sejumlah orang yang mengaku berasal dari Pertamina langsung beraktivitas ditempat tersebut. Tanpa melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

Saat berada di lokasi, sejumlah pekerja yang melakukan perawatan dan pembersihan sumur tua tersebut langsung menghentikan aktivitasnya. Ketika ditanya, mereka mengaku berasal dari PT Usaha Sumur Tua (UST), yaitu kontraktor dari PT TGE yang bertugas untuk melakukan pembersihan sumur tersebut.

“Kita nggak tahu apakah sudah ada sosialisasi apa belum dari PT TGE, soalnya kita disini hanya bertugas melakukan pengerjaan saja Mas,” terang Andaru, dari PT UST, kepada SuaraBanyuurip.com.(edp)

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Dukung Penertiban Sumur Tua

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *