Bojonegoro Paling Parah Terdampak Banjir Bengawan Solo

kapolda

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro- Kapolda Jawa Timur, Irjen Unggung Cahyono mengunjungi sejumlah kabupaten untuk mengecek situasi banjir Bengawan Solo, Kamis (19/12/2013). Dari hasil kunjungannya ke sejumlah kabupaten di Jawa Timur, Kabupaten Bojonegoro dinilai paling parah terdampak banjir sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Ada beberapa kabupaten di Jatim yang di kunjungi yakni Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Jmeber dan Sampang.

Di Bojonegoro, Unggun bersama rombongan meninjau lokasi banjir di Desa Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro. Rombongan disambut Bupati Bojonegoro, Suyoto, Kapolres Bojonegoro, AKPB Adi Wibowo dan jajarannya,TNI dan para relawan.

“Dari beberapa kabupaten yang kami kunjungi, ternyata disini yang paling banyak korban terdampak,” ujar Unggun kepada awak media.

Dia menegaskan, dalam kondisi banjir saat ini yang menjadi perhatian utama adalah tindak kriminalitas. Bagi masyarakat yang terdampak banjir harus mendapatkan rasa aman sehingga polisi diminta untuk rutin melakukan patroli.

“Tapi ini laporan dari Bupati Suyoto banjir mulai surut, semoga berikutnya bisa turun lagi,” tegasnya.

Baca Juga :   Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Nelayan Tuban

Sementara itu, Bupati Suyoto, menyampaikan, kedatangan Kapolda menjadi sebuah kekuatan tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro untuk menghadapi bencana tahunan ini. Terlebih peran serta TNI-POLRI yang memberikan rasa aman kepada para korban banjir.

“Kami sangat mengapresiasi kedatangan Kapolda,” tukasnya.

Kepada Kapolda, Suyotomengungkapkan, banjir akibat luapan Bengawan Solo di Bojonegoro telah menggenangi 96 desa di 15 Kecamatan. Sedikitny 1.675 warga telah dievakuasi ke tempat pengungsian. Jumlah rumah tergenang sebanyak 8.412 unit. Sedangkan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Sementara jumlah areal persawahan yang tergenang seluas 4.923 hektar (Ha) sawah, 575 ha polowijo terendam, 379 ha pekarangan. Kemudian ternak yang diungsikan sebanyak 1.013 ekor kambing, 1.144 ekor sapi, 28 ekor unggas. Sedangkan jumlah sekolah yang tergenang 15 gedung TK, 29 gedung SD, 3 gedung SMP, 14 masjid, 88 musolah terendan.

Banjir juga telah menjebol tanggul di Desa Kadungrejo, Kecamatan Boureno dan berdampak kegagalan panen 4000 hektar padi. Tanggul darurat yang dibangun warga Kedungarum, Kecamatan Kanor dan sekitarnya  juga jebol dihantam banjir. Potensi kerugian akibat banjir ini mencapai Rp8.891.950.000. (rien)

Baca Juga :   Pelaku Gabungan dari Tiga Desa

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *