BUMD Sambut Baik Eksplorasi Alasdara dan Kemuning

cristian

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Kabar akan segera digarap dua Lapangan minyak dan gas (migas) Alasdara dan Kemuning di wilayah Kecamatan Jepon dan Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah disambut baik oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat, PT. Blora Patragas Hulu (BPH).

Direktur Utama PT. BPH Blora, Christian Prasetya kepada suarabanyuurip.com pada Sabtu, (11/1/2014), mengatakan, kabar segera digarapnya Lapangan Alasdara dan Kemuning itu akan membawa pengaruh besar dalam dunia permigasan di Kabupaten Blora.

“Banyak manfaat bagi daerah yang akan didapatkan apabila nantinya dua lapangan itu diproduksi,” kata Christian.

Menurut Christian, beberapa manfaat atas diproduksinya kedua lapangan itu, diantaranya bisa dipastikan Blora akan mendapatkan dana bagi hasil (DBH) Blok Cepu dari kedua sumur tersebut. Sedangkan manfaat lainnya  yang diperoleh adalah membuka peluang kerja dan usaha.

“Apalagi selama ini Blora tidak mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Blok Cepu yang sudah berproduksi di Lapangan Banyuurip di Bojonegoro karena terbentur regulasi. Jadi dengan adanya eksploitasi itu daerah bia mendapatkan DBH Migas,” ujarnya.

Baca Juga :   EPC Berakhir 11.000 Naker Nganggur

Dia mengungkapkan, sebetulnya Lapangan migas Alasdara dan Kemuning merupakan bagian dari lapangan yang ada dalam Wilayah Kerja Penambangan (WKP) Blok Cepu. Lapangan tersebut beberapa tahun lalu direlinquish (dikembalikan ke negara) oleh Mobil Cepu Ltd (MCL) yang sejak tahun 2006 lalu sebagai operatornya.

“Kabar akan dioperatori oleh Pertamina melalui anak perusahaannya. Ini membawa angin segar bagi Blora. Dengan begitu lapangan tersebut akan segara tergarap,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui,  Blok Cepu meliputi beberapa lapangan  di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan wilayah Blora. Sedangkan Operator migas di Blok Cepu adalah Mobil Cepu Limited (MCL) anak perusahaan ExxonMobil dan Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

Christian menyampaikan, dalam pengelolaannya, masing-masing memiliki  saham 45%-45% dan 10% bagi setiap daerah. Dia katakan, bagi daerah itu melibatkan  Badan kerjasama BUMD empat daerah (Blora, Bojonegoro, Jatim dan Jateng) dalam pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Cepu.”BUMD menyetor penyertaan modal 10 persen dalam pengelolaan kawasan tambang migas Blok Cepu tersebut,” tandasnya.(ali)

Baca Juga :   ADS Bojonegoro Investasi pada Sumur Minyak BUIC, Produksi Capai 30 Ribu Bph

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *