ADS Bojonegoro Investasi pada Sumur Minyak BUIC, Produksi Capai 30 Ribu Bph

Sumur BUIC B13, Well Pad B Ladang Migas Banyu Urip, Blok Cepu, yang dioperatori EMCL.
Sumur BUIC B13, Well Pad B Ladang Migas Banyu Urip, Blok Cepu, yang dioperatori oleh EMCL di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, PT Asri Dharma Sejahtera (ADS), melaporkan informasi terkini perihal produksi sumur minyak Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Yakni mencapai 30 ribu barel per hari (bph). ADS telah berinvestasi pada Sumur BUIC tersebut.

“Setelah kemarin dilaunching oleh Bapak Presiden dan Menteri ESDM, penambahan produksi sebanyak 30 ribu bph,” kata Direktur Utama (Dirut) PT ADS, Mohammad Kundori kala rapat kerja bersama Komisi B DPRD Bojonegoro baru baru ini, dikutip Suarabanyuurip.com, Sabtu (19/7/2025).

Dijelaskan, semenjak tanggal 7 Agustus 2024, Sumur BUIC B13 mengeluarkan produksi sebanyak 12 ribu bph. Kemudian pada September 2024, Sumur BUIC B12 tercatat mencapai produksi sebanyak 8 ribu bph.

“Dan pada bulan Juni 2025 kemarin tiga sumur berproduksi dan memberikan tambahan produksi minyak sebanyak 13 ribu bph, rata-rata sementara per hari 28.800 an bph,” ujarnya.

Namun, lanjut Mas Dhori, begitu ia disapa, pengertian dari penambahan produksi ini tidak serta merta menambah 28 ribu bph yang ditambahkan pada produksi sebelumnya yang berada pada angka 145 ribu bph setiap harinya. Oleh sebab itu pada laporan produksi tanggal 15 Juli 2025 hampir tembus 160 bph.

Baca Juga :   Operasional Berjalan Normal

“Kita berdoa dari tujuh sumur BUIC itu nantinya betul-betul menghasilkan manfaat lifting yang signifikan,” bebernya.

Berkenaan Sumur BUIC, sebelumnya dikabarkan bahwa PT ADS berinvestasi sebesar USD10 juta untuk optimalisasi pengembangan lapangan (OPL) pada 7 sumur minyak Banyu Urip, Blok Cepu, yang berpusat di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Dirut PT ADS Bojonegoro, Mohammad Kundori mengatakan, kegiatan OPL itu bukanlah pengeboran sumur baru, melainkan sumur eksisting total sebanyak 7 sumur terdiri 5 sumur infill dan 2 sumur eksplorasi clastic.

Dari investasi total sebesar USD10 juta untuk OPL, per 2023 ini ADS telah membayar sebesar sekira USD181.469. Rencananya pada 2024 nilai investasinya akan ditambah lebih besar lagi mencapai sekira USD4 juta. Karena memang investasi ini pembayarannya dilakukan secara bertahap mulai 2022 sampai tercapai USD10 juta pada 2026.

“Prosentase ini kami bagi berbeda-beda untuk penambahan investasi setiap tahunnya,” tutur pria asli dari desa ring 1 Blok Cepu.

Sementara Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu, Hadi Ismoyo pun sebelumnya menyampaikan, investasi untuk pengeboran sumur baru (telah diralat oleh Mohammad Kundori sebagai OPL, bukan sumur baru) di Lapangan Banyu Urip, telah diputuskan pada 23 Oktober 2021. Nilainya mencapai sebesar USD150 juta atau setara Rp 2,1 triliun. Biaya tersebut untuk pengeboran 7 sampai 10 sumur baru dalam rentang waktu empat tahun.

Baca Juga :   PT ADS Salurkan 200 Ribu Liter Air Bersih ke 30 Desa di Bojonegoro

Hadi menjelaskan, dari total tambahan investasi USD 150 juta itu, biaya yang harus dibayarkan BKS Blok Cepu sebesar USD15 juta atau Rp216.635.250.000. Jumlah tersebut sesuai porsi BKS dalam pengelolaan penyertaan modal (Participating Interes/PI) 10 persen yang dibagi empat BUMD.

Rinciannya, BUMD Bojonegoro PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) 4,48 persen; BUMD Provinsi Jatim PT Petrogas Jatim Utama (PJUC) 2,24 persen, BUMD Blora PT Blora Patragas Hulu (BPH) 2,18 persen, dan BUMD Provinsi Jateng PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1 persen.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait