SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Progres Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) migas Pertamina Eksploirasi dan Eksploitsai (EP), Blok Nona, yang sebagian masuk teritorial Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum ada kejelasan. Sejumlah warga mengaku tidak belum tahu menahu akan adanya proyek minyak dan gas bumi Blok Nona.
“Belum ada kabar tentang Blok Nona lagi, Mas,” kata salah satu warga Kecamatan Baureno, Mahmudi, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (27/1/2014).
Ungkapan yang sama juga diungkapkan warga lain, asal Desa Sugihwaras, Ainur. Pemuda asli desa setempat juga mengaku belum banyak tahu tentang perkembangan Blok Nona. Bahkan, sebagian besar warga sama sekali belum pernah mendengar tentang Blok Nona.
“Sebagian malah sama sekali tidak tahu, kalau saya pribadi dulu sempat mendengar kalau masih seismik,” tuturnya.
Dikonfirmasi terpisah, Manajer Humas Pertamina EP, Agus Amperianto, saat dihubungi belum bisa meberikan penjelasan. Telepon dan pesan pendek yang dikirim hingga berita ini ditulis belum ada respons.
Namun demikian, sebelumnya Agus mengungkapkan, pada tahun 2012 lalu Pertamina EP telah selesai melakukan survei seismik dengan metode dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D). Kemudian, data hasil seismik tersebut akan diinterpretsaikan untuk mengetahui jumlah cadangan migas.
Agus menyampaikan, Pertamina EP telah menyiapkan investasi sebesar 1,5 US dollar AS untuk Blok Nona yang diketahui memiliki luas wilayah 400-500 Km persegi. Membentang di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Mulai Kabupaten Jombang, Mojokerto, Lamongan, Gresik, Tuban, dan Kabupaten Bojonegoro. Khusus Bojonegoro ada beberapa kecamatan yang terlintasi, diantaranya, Kecamatan Temayang, Sugihwaras, Kedungadem, Sumberejo, Gondang, dan Kecamatan Baureno. (roz)