Eksplorasi Blok Nona Dihentikan

SuaraBanyuurip.comD Suko Nugroho

Bojonegoro – Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset IV Field Cepu menghentikan pemboran Blok Nona, di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sebab selama tiga kali melakukan uji produksi dengan kedalaman hingga 4100 meter tak ditemukan kandungan minyak.

“Sudah kita hentikan sejak tanggal 18 Juni lalu,” kata Legal and Relations Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Ali Hermansyah kepada suarabanyuurip bersama sejumlah wartawan di Bojonegoro, Selasa (7/7/2015) malam.

Dia menjelaskan, penghentian eksplorasi di Desa Girik dikarenakan selama uji produksi tidak ditemukan hydro karbon atau kandungan minyak. Uji produksi sendiri, kata dia, dimulai pada kedalaman 1300 meter, dilanjutkan 3000 meter, dan terakhir 4100 meter.

“Eksplorasi di sana memakan waktu enam bulan,” ucap Ali.

Rencananya Pertamina EP akan kembali melakukan eksplorasi lagi di Blok Nona. Hanya saja sampai sekarang belum ditentukan titik lokasi yang akan dibor.

“Kita masih lakukan study untuk menentukan titiknya agar benar-benar tepat,” pungkas pria asli Jakarta itu.

Baca Juga :   Warga Pelem Minta PEPC Segera Kembalikan Sertifikat Lahan

Sekadar informasi, biaya eksplorasi untuk satu kali melakukan pemboran menghabiskan USD 5 juta atau setara Rp50 milyar. Sebelumnya, Pertamina EP saat melakukan audensi dengan Bupati Lamongan, Fadeli, pada 22 Januari 2015 lalu, menyatakan jika titik yang dilakukan pemboran di Desa Girik itu yang paling berpotensi memiliki cadangan minyak yang besar.

Sesuai catatan suarabanyuurip.com, sebanyak 11 kecamatan di Lamongan telah dilakukan survey seismik dua dimensi (2D) dan 3D oleh Petamina EP sejak tahun 2012. Sebelas kecamatan itu meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Sambeng, Mantup, Sugio, Babat, Kedungpring, Modo, Bluluk, Ngimbang dan Sukorame.

Survei Seismik 2D total panjang lintasan untuk ± 151.5 km dengan volume pekerjaan 2.300 TT. Sedangkan Program Survey Seismik 3D seluas ± 522 km2 dengan volume pekerjaan 23.810 TT.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *