Di Bojonegoro Ada Sekolah Alam bagi Anak-anak

sekolah

SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho

Bojonegoro – Untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan, puluhan anak-anak di Desa Klampok, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengikuti sekolah alam. Dalam kegiatan ini, mereka belajar di ruang terbuka dengan media alam.

Anak-anak yang mengikuti sekolah alam itu antara kelas satu hingga kelas enam sekolah dasar (SD). Meraka melakukan sejumlah kegiatan setiap seminggu sekali di hari Minggu agar tidak menganggu kegiatan di sekolah formal.

“Saat ini ada 73 anak yang mengikuti sekolah alam ini. Mereka berasal dari desa sini dan desa sekitar seperti Desa Mojodeso, dan Desa Sukowati,” kata Ketua Penyelenggara Sekolah Alam, Ainur Rofi kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (1/2/2014).

Ainur mengungkapkan, ide pendirian Sekolah Alam ini berawal ketika melihat banyaknya bencana alam seperti banjir, kekeringan serta dampak kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di Bojonegoro. Dengan latar belakang itulah akhirnya Karang Taruna Desa Klampok mendirikan Sekolah Alam “Taruna Bhakti” pada Nopember 2013 lalu.

“Sekolah alam adalah sekolah yang bermetode alam. Bentuk pendidikan alternatif yang menggunakan alam sebagai media utama pembelajaran murid,” turur Ainur.

Di Sekolah Alam itu, anak-anak belajar di alam terbuka. Karena dalam konsep pendidikan sekolah alam hal yang mendasar dalam pembelajaran adalah menempatkan alam dalam tiga fungsi yakni alam sebagai ruang belajar, alam sebagai media dan bahan mengajar, dan alam sebagai objek pembelajaran.

Baca Juga :   Polres Stabilator di Industri Migas

Ciri khas dari sekolah alam ini para murid lebih banyak belajar di alam terbuka dan metode belajar mengajar lebih banyak menggunakan metode action learning, yaitu anak belajar melalui pengalaman. Dengan cara mengalaminya secara langsung, anak didik akan belajar lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif.

“Penggunaan alam sebagai media belajar bertujuan agar murid lebih peduli dengan lingkungan dan bisa menerapkan pengetahuan yang dipelajari. Jadi, nantinya diharapkan anak tidak hanya terpaku pada teori saja, tetapi bisa mengalami praktek langsung pengetahuan yang dipelajari di alam sekitar,” papar Ainur yang juga sebagai Ketua Karang Taruna Desa Klampok.

Kegiatan sekolah alam ini rutin di laksanakan setiap hari minggu pukul 07:00 WIB. Anak-anak yang ikut kegiatan sekolah alam ini tidak di punggut biaya dan tidak ada syarat khusus untuk menjadi peserta didik sekolah alam ini. Sedangkan guru pengajar sekolah alam ini berkerja sama dengan relawan dari berbagai profesi seperti wartawan, dokter, tenaga IT, dosen dan lain-lain. Mereka bisa berbagi pengalamannya kepada peserta didik.

Baca Juga :   Ratih Esti Prihatini dari Elnusa Menangkan Penghargaan Indonesia Most Powerful Women

“Ini adalah pembelajaran yang menarik, sekolah alam ini sebagai metode pembelajaran alternative yg berbeda dengan pembelajaran konvesional yg didapat anak didik di sekolah negeri pada umumnya,” sambung Shinta Ulan Sari, guru tamu di Sekolah Alam, yang berprofesi sebagai dosen di sebuah universitas di Bojonegoro.

“Murid juga mendapatkan pengetahuan tidak hanya dengan mengandalkan buku panduan. Ruang kelas terbuka atau tidak mengungkung anak di dalam empat sisi dinding. Anak juga di ajari cocok tanam, penyuluhan global warming, bersih-bersih kampung, sehingga anak bisa ikut berperan dalam kegiatan masyarakat sosial,” lanjut Shinta.

Kedepan, Sekolah Alam ini menargetkan bisa memiliki perpustakaan, bangunan sekolah alam sendiri. Sementara saat ini dana untuk kegiatan sekolah alam ini sementara diambil dari Swadaya pemuda desa klampok.

“Untuk mewujudkan itu kami harapkan ada perhatian baik dari pemerintah kebupaten maupun pihak swasta untuk ikut andil dalam mengembangkan sekolah alam ini,” pungkas Ainur. (suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *