Tempat Ibadah Selalu Tertutup Rapat

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Gereja Santa Maria di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, yang saat ini disoal warga setempat selalu tertutup rapat. Tak pernah ada warga setempat yang berani masuk ke tempat ibadah umat Kristiani yang berlokasi di samping Kantor Kecamatan Babat di  selatan Jalan nasional Babat-Surabaya tersebut karena dijaga oleh anjing penjaga.

Selain itu, bangunan tempat ibadah yang kini ramai diberitakan itu dipagari rapat. Pagar depan dari besi selalu tertutup dan terkunci rapat. Warga pun menjadi ogah untuk berhubungan dengan tempat tersebut.

“Ndak ada yang berani mendekat, Mas. Soalnya begitu berdiri didepan pintu pagar langsung disambut gonggongan anjing,” ujar beberapa warga setempat yang dihubungi suarabanyuurip.com kamis (20/2/2014).

Komentar warga tersebut dibantah oleh Ketua Pengurus Gereja Santa Maria, Daniel. Dia menegaskan, siapapun bisa masuk atau bertemu dengan pengurus gereja karena di kompleks gereja tersebut dijaga sepasang suami istri yang ber kartu tanda penduduk (KTP) Desa Bedahan.

Baca Juga :   Dua Petugas Perhutani Diduga Disandera Pencuri Kayu Hutan

“Kalau mau ketemu pengurus bisa tanya ke penjaga gereja,” tandas Daniel tanpa menyebut nama penjaga gereja yang dimaksud.

Walau bukan merupakan gereja, namun fungsi tempat ibadah yang menempati lahan seluas 11.000 meter tersebut tidak jauh berbeda dengan gereja. Dihalaman depan tempat ibadah terpampang tulisan besar di tembok bertuliskan Gereja Santa maria.

Sedang yang dimaksud tempat ibadah sendiri, bangunan didalamnya sama persis dengan bangunan gereja. Di dalam bangunan tersebut terdapat mimbar tempat pendeta, deretan kursi panjang berjajar . Beberapa gambar relief terpampang disepanjang dinding tembok. Hanya saja dibandingkan dengan bangunan gereja, tempat ibadah yang setiap minggunya ramai digunakan ibadah umat katolik ini lebih sempit.

Bergandengan dengan tempat ibadah tersebut disampingnya terdapat ruang kelas. Beberapa bangku kayu dan belasan puluhan kursi ditempatkan melingkar.

“Tempat ini merupakan ruangan kelas bagi siswa SMP dan SMA/Sederajat untuk belajar agama katolik,” kata Daniel.

Menurutnya ada sekitar 14 anak yang setiap hari kamis belajar agama di ruang kelas tersebut. 10 anak SMP dan 3 SMA/sederajat. Ada guru khusus yang mengajar mereka.

Baca Juga :   Jembatan Poros Desa Ambrol Diterjang Banjir

“Untuk anak-anak SD mereka ditempatkan di SDN Babat I. Setiap hari jumat masuknya. Jumlahnya sekitar 20 anak,” jelas Daniel.

Disebelah timur tempat ibadah tersebut terdapat sisa bangunan gereja yang pembangunannya dihentikan oleh warga pada tahun 2002 lalu. Bangunan calon gereja tersebut walau terlihat belum sempurna namun terlihat cukup megah. Tiang-tiang bangunan dibangun kokoh tinggi menjulang. Beberapa bagian bangunan juga berdinding bata putih belum dikuliti.

Saat pihak pengurus gereja hendak meneruskan pembangunan gereja tersebut warga Bedahan kembali melakukan aksi protes. Hingga kini belum jelas nasib dari bangunan gereja yang tampak merana itu. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *