SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro –  Hujan deras yang sering mengguyur wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir ini membuat tinggi muka air Sungai Bengawan Solo  mengalami tren kenaikan. Di papan duga Karangnongko tinggi air menunjukkan angka +25.28 Peilschal, sementara di papan duga Taman Bengawan Solo +11.44 tren naik.Â
Meningkatnya debit air di sungai terpanjang di Pulau Jawa itu dikarenakan masuknya air dari sejumlah anak sungai yang bermuara di Sungai Bengawan Solo. Diantaranya Kali Mati di Kecamatan Padangan, Kali Gandong di Kecamatan Gayam dan  Kali Giling di Kecamatan Purwosari, serta Kalitidu di Kecamatan Kalitidu.
Menurut Sariman (43), warga yang tinggal di tepian Bengawan Solo, mengatakan, permukaan Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro mulai terlihat naik sejak dua hari terakhir. Air Bengawan Solo mengalir deras menyeret pelepah pisang, ranting kering, dan tumpukan sampah.
 “Kalau mengalirnya deras seperti ini berarti di daerah hulu juga sedang naik,†ujar Sariman, warga Dusun Korgan, Desa, Purwosari, Kecamatan Purwosari.
 Meski air Bengawan Solo naik, Sariman mengaku tidak terlalu khawatir. Sebab, beberapa warga memperkirakan Sungai Bengawan Solo akan berangsur surut  jika tidak terjadi hujan deras di daerah hulu maupun hilir sungai.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Amir Sahid, mengungkapkan, kondisi air Bengawan Solo trennya memang merambat naik. Kondisi itu dipicu adanya hujan tinggi di daerah hulu seperti Sragen, Madiun, dan Ngawi hingga di hilir sungai yakni di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi Sungai Bengawan Solo di daerah hulu hingga hilir sungai,†ujarnya.
Meski begitu, kondisi air Sungai Bengawan Solo masih berada di bawah siaga. Sungai Bengawan Solo dinyatakan siaga satu jika ketinggian air di papan duga berada di titik 13.00 peilschaal di atas permukaan air laut.
 Sementara itu, sore tadi hujan deras kembali mengguyur wilayah Bojonegoro. Hujan deras diiringi angin kencang masih sering terjadi sehingga masyarakat perlu tetap waspada terhadap ancaman banjir luapan Bengawan Solo dan banjir bandang yang biasa terjadi di Kecamatan Temayang, Dander, Sekar, Gondang, dan Kepohbaru.(rien)