Hari Hutan Internasional di SD BBS Cepu

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Hari Hutan Internasional yang jatuh pada tanggal 21 Maret tahun ini digelar di kawasan komplek Sekolah Dasar (SD) Blora Billingual School (BBS) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2014).

Hadir dalam peringatan itu Direktorat Jenderal Badan Pengendalian (BP) Daerah Aliran Sungai (DAS) Kementerian Kehutanan RI, Dr Hilman Nugroho. Dia didampingi Bupati Blora, Djoko Nugroho, dan Dinas Perhutanan Pemprov Jawa Tengah.

Hilman Nugroho mengajak masyarakat Blora untuk menanam pohon dan mencintai alam. Apresiasi cukup mendalam disampaikannya manakala mengetahui luas kawasan SD bekas SD BBS Cepu ini yang pantas di jadikan lokasi pembuatan hutan kota.

“Bayangkan kalau lapangan dan halaman di sekitar sekolah ini tak ada satu pun pohon tertanam. Pasti teriknya matahari kan sangat terasa. Sangat cocok dengan luasan tanah yang ada sebagian dijadikan hutan kota. Apalagi tempatnya di pusat kota. Tentu akan jadi penyuplai kebutuhan Co2 bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Hilman Nugroho menambahkan, seluruh daratan mempunyai fungsi untuk menyimpan air, untuk itu jika Tuhan mendatangkan air hujan harus dimaknai dengan sebuah berkah. Jangan dianggap sebagai musibah.

Baca Juga :   Dua Tanggul Bengawan Solo Rawan Jebol

“Seharusnya di setiap wilayah harus ada hutan sebanyak 30 persen, dan hutan di Blora ini diperkirakan masih kurang 17 persen, maka kita harus menggenapinya dengan beberapa lokasi hutan kota,” imbuhnya.

Dia katakan, alih fungsi lahan memang menjadi permasalahan yang terjadi saat banjir datang. Seperti alih fungsi lahan menjadi pemukiman, hutan menjadi lahan pertanian tanaman singkong, budaya masyarakat yang membuang sampah sembarangan, kanan kiri sungai yang seharusnya ditanami pohon namun malah dijadikan tempat hunian.

Sedangkan Bupati Blora, Djoko Nugroho, menyatakan,  pihaknya memberi dukungan penuh terhadap kepedulian lingkungan dengan penanaman pohon. Kegiatan ditempatkan di kawasan SD BBS Cepu karena semula sekolah ini disiapkan untuk sekolah  Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). SD ini agar menjadi kawasan hutan kota di Cepu.

Kokok, demikian dia akrab disapa, menyampaikan, luasan tanah di belakang sekolah yang cukup luas sangat pas untuk dijadikan hutan kota. Meski di sebelahnya akan ditambah adanya Taman Kanak-Kanak (TK).

Pada momen Hari Hutan Internasional ini, mantan Dandim Rembang itu, mengajak anak-anak maupun individu untuk menanam pohon, dan berawal dari lingkungannya sendiri-sendiri. “Dengan demikian setiap sudut wilayah Blora terlihat ijo royo-royo,” terangnya.(ali)

Baca Juga :   Diparkir di Butik Motor Raib

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *