SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Proyek Pembangunan jalan yang berada di Kelurahan Tambakromo hingga Desa Wonorejo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah sudah mulai masa pengerjaan. Proyek peningkatan jalan Provinsi Jawa Tengah yang berada di Blora itu kondisinya rusak parah.
Di lapangan terlihat sudah ada aktivitas penggurugan kondisi jalan yang berlubang dengan basecourse atau material pemadat dari koral. Demikian pula, papan informasi pelaksanaan proyek sudah terpasang di lokasi pembangunan.
Dari papan proyek  itu terpampang jelas informasi terkait pelaksanaan pembangunan jalan provinsi tersebut. Adapun total anggarannya mencapai Rp7.005.221.000 yang pelaksanannya dalam tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagian Dinas Bina Marga Jawa Tengah.Sedangkan nama pekerjaan peningkatan jalan itu termasuk dalam satu lingkup paket pekerjaan peningkatan jalan Singget (Doplang) sampai Cepu, Kabupaten Blora.
Adapun pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan mulai sejak 20 Februari hingga 25 September 2014 selama 210 hari dengan kontraktor pelaksana pemenang tender PT. Sinar Utama Karya yang beralamatkan di Desa Gunungwungkal, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati.
Sementara itu, dalam pengerjaan peningkatan jalan ini terbagi dalam dua jenis pekerjaan. Diantaranya pekerjaan jalan beton sepanjang 0,2 kilo meter (KM) dan pekerjaan pengerasan jalan aspal sepanjang 1,5 KM.
Informasi dibangunnya jalan ini karena di lokasi yang berada di depan Kantor Desa Mulyorejo yang merupakan jalan terimbas banjir dadakan akibat terjadi hujan deras lebih dari dua jam ini kondisinya rusak parah.
“Kita bersyukur, akhirnya jalan ini akan dibangun juga. Karena kondisinya sudah rusak parah, apalagi setelah diterjang banjir dadakan,” kata Darno, Warga Desa Mulyorejo.
Darno menilai, meski jalan nantinya akan dibangun dengan cara di cor beton tentunya kondisi jalan akan lebih tinggi.”Meski jalan dibangun kalau saluran air ini tidak segera dibangun juga tetap akan diterjang banjir. Karena banjir dadakan itu disebabkan saluran air yang tak mampu menopang volume air hujan deras,” imbuh Darno.
“Kedepannya, setelah jalan ini dibangun diharapkan pemerintah langsung melanjutkan dengan pembenahan saluran air ini,” harap Darno kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (22/3/2014).(ali)