Warga Ngampel Pertanyakan Bantuan Benih Ikan JOB P-PEJ

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Program Corporate Social Responsibility (CSR) dari operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) dipertanyakan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Warga menilai bantuan CSR tersebuttidak sepenuhnya menyentuh dan dinikmati masyarakat secara luas. Hal ini memunculkan kesan, program yang dikemas dalam pemberdayaan desa, hanya dinikmati orang-orang tertentu saja.

Pamuji (40), tokoh masyarakat setempat mengaku, adanya program CSR yang selama ini dikomunikasikan dengan warga tidak tahu wujud dan pelaksanaannya seperti apa. Salah satunya program budidaya ikan air tawar.

“Saya masih ingat kepala desa bilang dari RT 1 sampai RT 7 mendapat benih ikan, tapi mana kenyataannya? Silahkan di kroscek sendiri ke lapangan,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (12/4/2014) lalu.

Pujiharto (40), warga RT 1 RW 1, bahkan menyayangkan sikap kepala desa yang tidak memberikan benih-benih ikan tersebut kepada masyarakat seperti apa yang disampaikan sebelumnya. Meskipun begitu tidak menuntut pemberian benih ikan dari program CSR.

“Padahal dulu itu yang mengajukan program budidaya ikan itu saya, karena melihat warga banyak yang punya kolam,” ujarnya.

Baca Juga :   Ngampel Tunggu Kucuran CSR JOBP-PEJ

Dia mengaku, memiliki kolam ikan sudah hampir 5 tahun dengan menggunakan modal sendiri. Tidak pernah sekalipun mendapat bantuan dari pemerintah desa ataupun JOB P-PEJ.

“Saya tahu, kalau JOB P-PEJ itu memberi benih ikan, tapi benihnya kemana ya silahkan ditanyakan sendiri,” tandasnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua RW 1, Karyono, yang menyatakan, program-program CSR harusnya selalu ditransparasikan, baik itu bentuk maupun anggaran. Tetapi, realisasi di lapangan semua dipegang oleh kepala desa sendiri, tidak satupun warga yang dilibatkan.

“Jangankan tahu benih ikannya dikasih kepada siapa, kapan dapatnya, dan jumlahnya berapa dari JOB P-PEJ kami tidak diberi tahu,” tegasnya.

Dia menyebutkan, masing-masing RT warga ada yang mempunyai kolam ikan, tapi sampai sekarang tidak ada satupun yang diberi.

“Itu baru budidaya ikan, belum program yang lain,” tandasnya.

Data di lapangan menyebutkan, diantara warga penerima benih ikan adalah Sudari selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebanyak 500 benih ikan, dan Sudirman Anggota BPD sebanyak 500 benih ikan. Sementara lainnya adalah, Haryono selaku adik kepala desa, Marsono, tetangga dari  kepala desa, dan Pujianto selaku kepala desa sendiri.

Baca Juga :   MCL Gandeng Dinkes Garap Kesehatan

Terpisah, Kepala Desa Ngampel, Pujianto, mengungkapkan, program budidaya ikan itu termasuk program CSR tahun 2013, dan baru diberikan bulan Februari 2014. Dia pun membenarkan nama-nama di atas sebagai penerima benih ikan bantuan dari JOB P-PEJ.

“Kalau ada yang mengaku tidak dapat benih ikan ya lucu, kan mereka tidak punya kolam. Masa mau ditaruh di got?” tegasnya.

Disinggung nama Pujiharto, kepala desa yang terpilih kedua kalinya ini mengaku, tidak ada kolam di rumah Pujiharto tersebut. Selama ini yang diberi benih adalah warga yang memiliki kolam.

Sementara itu, Field Administration Superintendant  JOB P-PEJ, Basith Syarwani, mengatakan, program tersebut diberikan pada tahun 2014  nilainya sebesar Rp26 juta. Rinciannya untuk benih ikan Patin 5.000 ekor, digunakan percontohan dengan dikembangbiakkan kepala desa, dan 10.000 benih ikan Mujair untuk 3 RT.

Saya lupa RT mana saja,” pungkasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *