Jalan Menuju Jambaran Rusak

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Jalan sepanjang sekira dua kilo meter yang menghubungkan antara lokasi proyek lapangan gas Jambaran di Desa Bandungrejo dengan sumur migas Alas Tua Barat (ATW) di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur kondisinya saat ini mulai rusak parah.

Pantauan di lokasi menyebutkan, kerusakan jalan yang juga merupakan poros Desa Bandungrejo – Ngasem itu selain akibat  curah hujan, juga diduga karena sering dilewati  road tank pengangkut limbah domestik dari proyek Banyuurip, Blok Cepu. Banyak badan jalan yang rusak berlubang, sehingga membuat kondisinya rawan kecelakaan bagi pengendara sepeda motor.

Seorang warga Desa Ngasem Purwanto, mengatakan, kerusakan jalan poros desa itu awalnya sering dilewati mobil tanki pengangkut limbah domestik dari proyek Banyuurip, di Kecamatan Gayam. Sehingga membuat badan jalan banyak yang rusak berlubang dan menyebabkan tranportasi terhambat. Apalagi kondisi malam sehabis hujan kubangan tergenangi air membuat jalan menjadi licin dan rawan terjadi kecelakaan.

“Setelah jalannya rusak road tank pengangkut limbah domestik itu tidak melewatinya. Tetapi, berpindah jalur melewati jalan paving desa Ngasem, tepatnya, lewat Polsek Ngasem ke arah barat menuju tempat pembuangan limbah tersebut,” kata Purwanto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (15/4/2014).

Baca Juga :   Bengawan Munggut, Warga Ramai-ramai Tangkap Ikan

Dia menjelaskan, jalan yang juga bisa menghubungkan antara Kecamatan Ngasem – Gayam ini yang sebagian sudah pernah diperbaiki tahun 2013 silam. Namun kerusakan yang parah terjadi pada jalan yang sebagian belum dibangun.

“Hingga saat ini kerusakan jalan itu belum dilakukan perbaikan lagi. Sehingga membuat rawan kecelakaan bagi pengguna jalan yang melewatinya. Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro melalui dinas terkait harus segera melakukan tindakan untuk membangun jalan tersebut,” harap Purwanto.

“Saya tidak menyalahkan siapapun. Yang terpenting jalan segera diperbaiki itu saja, Mas,” sambung Yasir petani asal warga Desa Dukoh Kidul, Kecamatan Ngasem saat melintas dijalan tersebut.

Dari sekira 1000 meter jalan yang belum terbangun itu, kerusakan terparah sekitar 500 meter. Sementara, yang sepanjang 500 meter mulai pertigaan Dusun Sawit, Desa Bandungrejo kearah Timur kerusakannya masih belum parah.  Sedangkan, jalan sepanjang kurang lebih 800 meter yang pernah dibangun PU pada 2013 lalu masih lumayan baik.

“Saat ini juga ada yang mulai rusak,” sambung Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa (Kasi PMD) Kecamatan Ngasem, Budi Sukisna ditemui terpisah. (sam)

Baca Juga :   Satpol PP Segera Tertibkan PKL

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *