Kwarda Pramuka Jatim Bantu Pakan Ternak di Erupsi Semeru

23939

SuaraBanyuurip.comTeguh Budi Utomo

Lumajang – Brigade Penolong 13 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur mengirim bantuan pakan ternak, dan dokter hewan untuk bencana erupsi Gunung Semeru. Bantuan yang dikawal langsung Ketua Kwarda Jatim, HM Arum Sabil, itu diserahkan di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Selasa (7/12/2021).

“Hari ini satu truk, satu karungnya 50 kg, nanti akan disalurkan dibantu pasukan Brigade Penolong 13 Kwarda Jatim,” kata Arum Sabil disela-sela menyerahkan bantuan.

Dalam rilis Kwarda Pramuka Jatim yang diterima Suarabanyuurip.com, Selasa (7/12/2021) sore, Arum Sabil menyatakan, Wabup Lumajang Indah Amperawati merupakan Kwartir Pramuka Lumajang menyampaikan pesan, jika ingin membantu agar tidak memberikan sembako atau pakaian, karena sudah over kapasitas. Sedangkan yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan dana.

Melihat hal tersebut, Kak Arum, begitu ia akrab disapa, langsung melakukan mapping, mitigasi bencana, dan assesment guna mengetahui apa yang harus dilakukan di lapangan. Selain itu berkoordinasi dengan Kwarcab Lumajang.

“Info yang kami dapatkan dari Kwarcab Lumajang, untuk kebutuhan pangan saat ini sudah berlebih. Ini menandakan semangat kemanusiaan dari berbagai pihak luar biasa,” tuturnya.

Baca Juga :   Tukang Becak Bonang Keluhkan Parkir Bus Pariwisata

Ia mengungkapkan, pihaknya saat ini fokus pada hewan ternak yang terkadang lepas dari perhatian. Oleh karena itu kebutuhan pangan ternak juga harus dipikirkan. Apalagi tanah-tanah di lokasi bencana yang tumbuh rumput sudah tertutup debu.

“Oleh karena itu Pramuka hadir untuk support pakan ternak, yaitu Silase Komplivit. Ini nantinya akan kita kirim kontinyu kepada para peternak disana,” tegas Wakil Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Ia tambahkan, untuk penyebaran bantuan kepada peternak kali ini, pihaknya membawa satu truk pangan ternak. Bukan hanya pakan ternak saja, pihaknya membawa beberapa tenaga medis hewan.

“Hari ini obat-obatan untuk hewan sudah kita siapkan, dan tim dokter dari Kwarda Jatim juga sudah kita luncurkan. Dalam hal ini tentunya kami juga bersinergi dengan Dinas Peternakan Provinsi,” sambungnya.

Pada bagian lain, Kak Arum juga mengajak masyarakat agar berbagi peran sesuai instruksi Gubernur Jawa Timur.

“Setelah kita menyelamatkan manusianya, maka kita selamatkan ternaknya terkait ekonominya, mulai bersama-sama memikirkan irigasi pertanian disitu, kemudian infrastruktur transportasinya, dan juga hunian yang menjadi prioritas sebagai tempat tinggal mereka,” tukasnya.

Baca Juga :   Tak Malu, Dea Miswa Asal Tambakrejo Sukses Beternak Kambing

Secara terpisah Dokter Hewan Lumajang, Rofiah, mengungkapkan, di lokasi bencana banyak hewan ternak yang mengalami luka-luka dan cidera. Sebagaian besar kena abu panas, jadi banyak yang luka-luka.

“Ada juga yang cidera patah tulang, dan lain sebagainya karena terburu-buru saat evakuasi. Yang paling banyak terkena gangguan saluran pernafasan,” kata Arum Sabil.

Sementara itu peternak sapi di Desa Sumberwuluh, Agus Sodikin, mengatakan, banyak hewan yang tidak bisa diselamatkan. Yang meninggal seperti kerbau, sapi, dan kambing, karena terendam lava dan hangus.

Gunung Semeru di Lumajang mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021) sore. Gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) tersebut, juga mengeluarkan panas guguran dan hujan abu vulkanis cukup tebal. Erupsi Gunung Semeru berdampak pada warga di Kecamatan Candipuro, dan Kecamatan Pronojiwo. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *