Bupati Minta Desa Ring 1 Dibina Pertamina

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Keberadaan Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah diharapkan mampu membuat desa-desa Ring – 1, dan sekitarnya mendapat manfaat. Oleh karena itulah Bupati Blora Djoko Nugroho meminta kepada operator Blok Gundih untuk memperhatikan desa-desa sekitar operasinya.

Hal itu seperti disampaikan Bupati Blora, Djoko Nugroho dalam peresmian program CSR Pertamina EP bidang infrasruktur dan ekonomi di di Desa Sumber.

Dalam kesempatan itu, Kokok, demikian akrab disapa mengusulkan agar desa yang berdekatan dengan operasi perusahaan harus dibina.

“Kita berharap desa-desa ring 1 operasi PPGJ ini bisa menjadi desa binaan Pertamina EP,” ujarnya.

Hal itu, kata Mantan Dandim Rembang ini bisa dilakukan dengan memprioritaskan program Corporate Social Responbility (CSR) untuk membantu desa menjadi kreatif dan mandiri. “Jika masyarakat sekitar ikut menikmati keberadaan perusahaan di wilayahnya, maka masyarakat akan mendukung kegiatan perusahaan tersebut,” imbuhnya.

Selain itu, Kokok juga akan meminta CSR dari operator-operator minyak di Blora, bahkan dirinya mengaku akan meminta PT. Indonesia Power mitra PLN Tambaklorok Semarang untuk peduli desa sekitar area Gundih ini.

Baca Juga :   Pemkab Blora Dituding Pasrah Pada Nasib

“Ini cukup beralasan karena produksi gas kita dikirim ke Tambaklorok, dengan konversi bahan bakar minyak ke gas, didapat penghematan anggaran yang nilainya triliyunan rupiah. Itu jauh leih besar daripada APBD Blora,” katanya.

Oleh karena itu di Blora masih ada 30 dukuh yang belum teraliri listrik, maka CSR dari PLN Semarang diharapkan dapat memberikan solusi masyarakat yang belum teraliri listrik ini. “Apalagi gas yang terproduksi disini untuk bahan baku listrik di Tambaklorok. Saya akan minta CSR-nya untuk atasi 30 dukuh yang belum berlistrik ini,” tandas Kokok.

Masyarakat disekitar operasi Pengolahan gas gundih ini, menurut Kokok harus ikut merasakan berkahnya. Oleh karena itu, Dia mengungkapkan jika Pemkab Blora mendapatkan Dana Bagi Hasil (DBH) gas pada tahun pertama akan digunakan seluruhnya untuk membangun Kecamatan Kradenan.

Kokok juga  mengungkapkan, dalam membangun Blora, Pemkab  butuh bantuan sektor industri karena keterbatasan APBD. Di Blora sebagai penghasil minyak dan gas sudah sepantasnya operator minyak di Blora juga ikut andil dalam membangun Blora.(ali)

Baca Juga :   GCI Minta Semua Pihak Pahami KSO

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *