PMI Bantu Korban Kebakaran Randublatung

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) Palang Merah Indonesia (PMI) Kecamatan Randublatung, beserta Pengurus PMI Kabupaten Blora  meninjau lokasi kebakaran di Desa Kalisari, Randublatung. Mereka memberi bantuan korban bencana di desa setempat.

Rombongan PMI dipimpin langsung oleh  Ketua PMI Blora, Umi Kulsum Djoko Nugroho, memberikan bantuan sejumlah peralatan memasak. Diantaranya, 4 karung beras, peralatan sekolah, pakaian pantas pakai, dan dana sosial kepada keluarga Sukiman.

“Ini semua merupakan ujian hidup dari Tuhan untuk umat manusia agar tetap kuat menjalani kehidupan. Jenengan harus sabar, dan tetap terus bersemangat.,  jangan merasa sendirian. Kita semua ada untuk saling mendukung, dan membantu ketika ada yang ditimpa musibah,” ungkap Umi Kulsum sembari memberikan bantuan.

Isteri Bupati Blora ini  menambahkan, semoga bantuan bisa meringankan beban keluarga Bapak Sukiman. Memang jumlahnya tidak banyak, tetapi ini bentuk kepedulian kita terhadap sesama yang sedang mengalami musibah.

Selain menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran, PMI Blora juga mengadakan pengobatan gratis bagi warga setempat. Puluhan warga antusias mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan di salah satu rumah warga.

Baca Juga :   PDKB Gelar Buka Bersama dan Ngaji Bareng

“Mereka pada umumnya mengeluhkan sakit kepala,  linu-linu, gangguan penglihatan, serta cek tekanan darah,” Agung Tri, Petugas Satgana PMI Blora.

Pengobatan gratis itu sendiri dilaksanakan di Dukuh Soko, Desa Kalisari, Kecamatan Randublatung. Menurut Agung Tri, pengobatan gratis di desa-desa pelosok yang jauh dari fasilitas kesehatan memang menjadi sasaran program pengobatan gratis yang kini sedang digalakkan PMI.

“Mereka juga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, terlebih Desa Kalisari ini posisinya ada di tengah hutan yang jauh dari puskesmas dan rumah sakit,” ungkap Agung Tri.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Camat Randublatung, Djoko Budiyono, segenap Muspika Randublatung, Ketua PMI Kecamatan Randublatung, Rusdiyono, serta segenap pengurus Satuan Penanggulangan Bencana (Satgana) Randublatung.

Sementara itu, untuk musibah kebakaran itu melanda rumah milik Sukiman, warga Dukuh Soko, Desa Kalisari, pada Sabtu (17/5/2014) lalu sekitar pukul 03.30 WIB. Hal itu sontak membuat warga desa di tengah hutan jati tersebut panik.

Dengan peralatan seadanya, saudara dan tetangga membantu memadamkan api dengan mengambil air dari sungai yang tidak jauh dari tempat kejadian. Namun, karena rumah terbuat dari kayu maka api pun dengan cepat menghanguskan semua bangunan rumah seorang petani itu.

Baca Juga :   4 Kasus Kriminalitas Berhasil Diungkap Satreskrim Polres Bojonegoro

Berdasarkan keterangan beberapa tetangga dekat, peristiwa kebakaran tersebut dipicu karena perbuatan anak sulung Sukiman penderita keterbelakangan mental atau gangguan jiwa yang dengan sengaja membakar pakaiannya di dalam rumah.

Untung dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Sukiman, beserta istri, dan ketiga anaknya selamat. Kerugian yang diderita diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Semua perabot rumah tangganya hangus termasuk satu buah sepeda motor. Padi hasil panen sejumlah 20 karung hanya bisa diselamatkan 7 karung saja, yang lain ikut hangus jadi debu.

Menyikapi musibah yang melanda warganya, M Miftakun, Kepala Desa Kalisari,  mengirimkan anak sulung Sukiman yang mengalami gangguan jiwa ke Rumah Sakit Jiwa Semarang, agar mendapatkan perawatan lebih intensif dan tidak mebahayakan warga lainnya.

Setelah kebakaran tersebut, kini untuk sementara Sukiman bersama istri dan kedua anaknya yang masih sekolah di SMA dan SD itu, tinggal di gubuk ala kadarnya yang dibangunkan hasil gotong royong warga setempat. (ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *