Si Tegar, Bocah Tanpa Tangan Yang Tetap Tegar

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Siang itu, Tegar sedang sibuk bermain dengan teman-temanya. Meski terlahir tak sempurna dengan sejak lahir tanpa kedua tangan, bocah berusia 6 tahun itu tampak lincah berlarian kesana kemari bermain kejar-kejaran. Bukan hanya berteman dengan anak sebayanya, Tegar terkadang bermain dengan orang dewasa pun Tegar tak canggung.

Bahkan saking akrabnya dengan orang dewasa, ngopi bersama teman dewasanya di warung kopi pun dia lakukan. “Seperti tiada beban, bahwa hidupnya ada kekurangan fisik. Namun dia tetap tegar menghadapi hidup, setegar namanya,” ujar Heri, Warga Randublatung yang kerap mengajaknya bermain kepada suarabanyuurip.com, Kamis (22/3/2014).

Heri menuturkan  Tegar, bocah yang tinggal di Dukuh Banaran, Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah  ini terlahir tanpa memiliki dua buah tangan. Sejak kecil dia hanya tinggal bersama sang bapak, Sujatmiko di rumah sederhana dua petak berukuran 4 meter x 5 meter yang dibagi dua menjadi ruang tamu dan kamar sekaligus dapur. Sujatmiko merawat anak semata wayangnya itu sendirian.

Bocah yang memiliki nama lengkap Tegar Al Amin ini sudah ditinggal ibunya sejak masih balita. Berdasar pengakuan para tetangga dekat, ibunya Tegar pergi ke Jakarta untuk bekerja tetapi hingga sekarang tidak pernah pulang menjenguk Tegar.

Baca Juga :   Tuntut Jamsostek Pekerja PLTU Mogok Kerja

Sehari-hari Tegar hanya bermain dengan teman-teman sebayanya di rumah, dia tampak tegar dan tidak merasa minder ketika berkumpul dengan orang-orang yang fisiknya sempurna. 

Tegar kini sudah duduk di sekolah dasar di desanya. Namun dengan keadaan fisik seperti itu, Sujatmiko, sang bapak hanya pasrah. “Saya pasrah dengan keadaan ini. Saya takut nanti anak saya di sekolah malah menjadi bahan ejekan teman-temannya,” ungkap Sujatmiko.

Jatmiko mengungkapkan, sempat mendapat tawaran untuk memasukkan Tegar ke sekolah dasar luar biasa (SDLB) di Kecamatan Jepon. Tetapi ia belum rela memasukkan anaknya ke SDLB yang jaraknya cukup jauh dari Randublatung itu.

Sebagaimana keluarga lazimnya, Sujatmiko sehari-hari untuk menghidupi kehidupan diri dan anaknya dengan berjualan pentol keliling kampung memakai sepeda. Saat ditinggal menjajakan dagangannya, Tegar sejak kecil sering dititipkan ke tetangga atau neneknya yang tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Kondisi keluarga Tegar mengundang peduli beberapa pihak, seperti pada Senin (19/5/2014) lalu, PMI Kabupaten Blora juga menyalurkan bantuan kepada Tegar. Pemberian bantuan tersebut dipimpin langsung Ketua PMI Blora, Umi Kulsum didampingi wakilnya, Djarot Sugiharta dan Ketua PMI Kecamatan Randublatung, Rusdiyono. Bantuan yang diberikan berupa parcel makanan dan susu untuk Tegar, bahan makanan, pakaian, dan sejumlah uang tunai untuk tambahan modal usaha yang diserahkan kepada Sujatmiko.

Baca Juga :   Mengaku Bersalah, Muntahar Divonis 3 Bulan Kurungan

“Bantuan ini mohon diterima. Ini bentuk kepedulian PMI Blora pada warganya yang kekurangan. Semoga bisa bermanfaat untuk jenengan dan Tegar kedepan nanti,” kata Umi Kulsum.

Bunda PAUD Kabupaten Blora ini berpesan agar tetap menjaga dan merawat Tegar dengan kasih sayang. “Tolong jangan disia-siakan adik Tegar ini. Meskipun secara fisik dia kekurangan, tetapi semangat nya bagus. Siapa tahu dia punya bakat yang kelak bisa dikembangkan menjadi prestasi. Kita tahu, banyak juga anak-anak yang punya keterbatasan fisik tetapi bisa sukses,” ungkap Isteri Bupati Blora ini.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *