CPP Blok Gundih Gunakan Tenaga Lokal

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora –  Pertamina EP mempersiapkan tenaga kerja lokal untuk operasional Central Processing Plant (CPP) Area Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) di Blora, Jawa Tengah. Tenaga kerja lokal yang terserap sebanyak 131 orang berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Tenaga kerja lokal tersebut rencananya akan disalurkan menjadi operator electric, mechanical, instrument dan processing. Mereka akan mengikuti program pendidikan, Pelatihan Dasar Operator Gas Plant dan Processing, selama 3 bulan (12 minggu) yang dilaksanakan bekerjasama dengan Pudiklat Migas Cepu,” kata Suzan Purnamasari, Public Relation Analyst Pertamina EP Asset 4 pada SuaraBanyuurip.com. 

Menurut Suzan,  Operasional dan Perawatan (Operational & Maintenance/O&M) CPP Blok Gundih nantinya akan dilaksanakan oleh PT Titis Sampurna. Tenaga kerja yang direkrut tersebut berasal dari kalangan pemilik lahan (16%), non pemilik lahan (37%), dan kalangan umum dari masyarakat Cepu, Blora, dan sekitarnya (47%).

“Sehingga dapat dikatakan bahwa tenaga kerja operator terampil ini ke depan merupakan tenaga kerja yang 100% berasal dari Kabupaten Blora,” jelasnya.

Baca Juga :   PHE Randugunting Targetkan 30 juta Barel

Suzan  menegaskan, keterlibatan pekerja lokal dalam pengoperasian CPP merupakan wujud komitmen Pertamina EP secara proaktif memberikan dampak positif, atas keberadaan operasi perusahaan terhadap masyarakat di sekitarnya. “Keberadaan CPP telah memberikan kontribusi positif terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat di Kabupaten Blora,” ujarnya.

CPP Area Gundih yang dibangun tersebut memiliki kapasitas penjualan gas alam sebesar 50 juta standar kaki kubik per hari. Direncanakan, produksi gas itu dialirkan melalui pipa sebagai bahan bakar pembangkit listrik (PLTG), yang berada di wilayah Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah, dengan masa kontrak selama 12 tahun.

 “Pembangkit listrik tersebut merupakan salah satu proyek negara untuk pembangkit listrik Jawa – Bali”, jelasnya.

Pemenuhan kebutuhan gas untuk operasi PLTGU Tambak Lorok, akan mampu menggantikan  pemakaian BBM (HSD) lebih dari 500 juta liter per tahun, atau  setara dengan 2,9 Triliun rupiah per tahun. Pertamina EP  secara bertahap dalam proses pembangunan tersebut, akan melibatkan tenaga kerja lokal sampai dengan 60% dari total jumlah pekerja. (ali)

Baca Juga :   Peluang Blora dapat DBH Migas Blok Cepu di Atas 50%

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *