Impian Bertahun-tahun Itu Akhirnya Terwujud

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Jasman, (50), sebentar lagi dapat melintasi jembatan yang menghubungkan Desa Ngasem- Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan nyaman. Sebab jembatan sepanjang 52 meter dengan lebar 7 meter itu kini mulai dibangun.

Sebelumnya, Jasman mengaku khawatir bila melintasi jembatan itu. Karena sudah bertahun-tahun jembatan bekas rel loko itu dibiarkan rusak. Badan jembatan berlubang dan pagarnya hilang. Selain itu ditempat itu juga tak ada penerangan jalan sehingga sangat membahayakan bagi pengguna jalan.

“Harus ekstra hati-hati kalau lewat jembatan itu. Apalagi kalau malam dan kondisi hujan. Sangat licin,” ujar Jasman, mengungkapkan.

Maklum, Jasaman, merupakan salah satu warga Ngasem, yang saban hari melintasi jembatan itu untuk pergi ke sawah yang berada di Desa Sendangharjo. Tak jarang Ia harus melewati jembatan tersebut pada malam hari sambil mengangkut hasil pertaniannya ketika musim panen tiba.

“Jembatan ini dulunya rel loko milik Perhutani untuk mengangkut hasil kayu hutan,” kata Jasman menceritakan.

Baca Juga :   Produksi Padi Tuban Diperkirakan Menurun

Namun, sejak hutan di wilayah Ngasem dibabat habis oleh pembalak, lokomotif milik Perhutani sudah tak dioperasikan lagi. Rel-rel yang berada di sepanjang jalur itu sudah hilang.  Sehingga akhirnya oleh warga bekas rel yang melintas di atas sungai itu dijadikan jembatan.

“Sejak dialihfungsikan menjadi jembatan, tak pernah dibangun. Paling cuman di tambal sulam yang bolong-bolong,” aku Jasman.

Padahal, sekira tiga tahun lalu jembatan tersebut dilalui mobilisasi alat pengeboran migas di Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu. Banyak kendaraan proyek yang lalu lalang melintas jembatan tersebut. Kondisi itu makin memperparah kerusakan jembatan.

“Tapi ya itu hanya ditambal sulam saja,”  ujar Jasman menerangkan.

Karena kondisi itulah, sudah sejak lama  Jasaman maupun warga di Desa Ngamsem dan Sendangharjo menantikan jembatan tersebut dibangun. Akhirnya, impian bertahun-tahun itu terwujud. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mulai membangunnya.

“Sejak Sabtu kemarin sudah mulai dikerjakan,” kata Direktur CV. Songgo Jagad, Heri Sucipto. CV Songgo Jagad adalah subkontraktor PT Depayana Barokah Indah, pemenang tender proyek Jembatan Ngasem – Sendangharjo, asal Pasuruan, Jawa Timur.

Baca Juga :   Perusahaan Wajib Beri THR Penuh, Disperinaker Bojonegoro Buka Posko Pengaduan

Warga di dua desa itu optimis, dengan pembangunan jembatan ini akan lebih melancarkan arus transportasi dan aktifitas mereka. Para petani akan lebih mudah mengangkut hasil pertaniannya sehingga perekonomian warga semakin meningkat. Sebab jembatan itu merupakan akses menghubungkan Kecamatan Dander dan jalan alternatif paling dekat menuju Kabupaten Bojonegoro.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *