SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Lima orang security PT Holcim Indonesia, Tbk terlibat aksi pencurian di dalam perusahaan. Bahkan, tiga diantaranya sudah mendekan di sel tahanan Polres Tuban, Jawa Timur. Sementara dua lainnya masih buron.
Ke lima security (berasal dari Pamswakarsa) tersebut adalah, Parno (42), warga Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Subandi (42), warga Desa Merkawang Kecamatan Tambakboyo, Darum (36), warga Desa Sawir, Kecamatan Tambakboyo. Ketiga tersangka saat ini sudah diamankan di Mapolres Tuban.
Sementara dua orang lain yang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DO) adalah Karim, warga Desa Sawir Kecamatan Tambakboyo dan Zen, warga Desa Mliwang Kecamatan Kerek.
“Kelima orang saat ini ditetapkan sebagai tersangka,†tegas Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Jumat (15/8/2014).
Terungkapnya kasus pencurian itu bermula ketika ke lima pelaku tersebut sedang melakukan pengamanan di lokasi Preharter PT Holcim Indonesia Pabrik Tuban. Ke limanya bersepakat melakukan pencurian kabel power, baut baja, serta besi baja milik perusahaan pada 13 Agustus 2014 lalu.
“Tiga tersangka yang masuk DPO yaitu Karim  dan Zen, dan Subandi bertugas memotong kabel power menjadi tiga bagian dan mengumpulkan baut serta baja,†kata Suharyono, menjelaskan.
Setelah semua terkumpul, tersangka lain yaitu Darum kemudian menghubungi Parno untuk mengambil barang hasil curian.
“Parno kemudian datang dan memotong kembali kabel power itu menjadi beberapa bagian untuk dimasukkan ke dalam tas punggung,†ujar Suharyono.
Setelah memasukkan barang curian ke dalam tas, Parno kemudian berniat meninggalkan lokasi perusahaan dengan cara melompat pagar. Tapi aksi Parno diketahui anggota security yang sedang patroli dan langsung ditangkap.
“Setelah Parno ditangkap dan diserahkan ke Polisi, Darum dan Subandi kemudian ikut menyerahkan diri karena merasa bersalah. Sementara lainnya masih buron,†tandasnya.
Dari penangpakan itu polisi berhasil menyita barang bukti berupa 8 potongan kabel warna merah, 15 baut baja, 5 lempeng besi baja, 1 tas punggung, satu pisau charter, dan satu gergaji besi.
“Kerugian ditaksir mencapai 48 juta rupiah,†tandasnya.(edp)