SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Bulog Subdivre Bojonegoro, Jawa Timur, hingga September 2014 telah menyalurkan 50.228.175 ton beras untuk warga miskin (raskin) dari pagu sejumlah 55.554.330 ton kepada rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 3.703.622 kepala keluarga (KK), yang tersebar di tiga kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan.
“Penyalurannya sudah 95, 86 persen,”kata Ketua Penyaluran Raskin Bulog Subdivre Bojonegoro, Sony Supriyadi kepada suarabanyuurip, Senin (8/9/2014).
Dia menjelaskan, setiap bulannya Bulog menyalurkan raskin sebanyak 477.470 ton yang diperuntukkan bagi 318.498 KK di tiga kabupaten. Rinciannya Kabupaten Bojonegoro sebanyak 1.775.310 Kilogram yang diperuntukkan bagi 118.354 KK. Kabupaten Tuban sebanyak 1.456.560 kilogram untuk 97.104 KK dan Kabupaten Lamongan sebanyak 1.545.600 kilogram bagi 103.040 KK. Masing-masing KK memperoleh 15 Kg.
“Untuk bulan Oktober sebagian juga sudah kita salurkan jumlahnya sudah mencapai 37,29 peersen,” kata pria yang juga menjabat Wakil Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro itu.
Menurut dia, jumlah raskin yang disalurkan tahun ini tak berbeda dengan tahun 2013 lalu. “Masih sama. Ada beberapa wilayah di perkotaan yang jumlahnya berkurang, tapi di sisi lain di kecamatan lainnya ada yang bertambah,” pungkas Sony.Â
Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Bojonegoro, Efdal MS, menambahkan, dalam penyaluran raskin ini pihaknya melakukan pengawasan dan pengecekan mulai dari gudang penyimpanan hingga ke lokasi untuk mengetahui kualitasnya. Selain itu juga memeriksa kondisi kendaraan hingga kelengkapan seperti penutup bak agar kondisi raskin tetap bagus.Â
“Karena jumlah raskin yang kita salurkan begitu banyak, pengecekan yang dilakukan hanya sampling. Begitupun saat dilokasi, pengecekan juga kita lakukan lagi dengan disaksikan perangkat desa dan kemudian dilakukan serah terima secara tertulis,” sambung Efdal, menerangkan.
Namun begitu, lanjut dia, bagi masyarakat yang menerima raskin dengan kualitas tidak bagus untuk melaporkannya ke perangkat desa agar segera dilaporkan ke petugas Bulog untuk diganti dengan raskin yang baru.
“Kita juga secara rutin melakukan perawatan barang di gudang untuk menjaga kualitas. Tapi karena setiap tahun kita menampung hasil dari petani dan mengeluarkannya tidak bisa tiap tahun, jadi terkadang berpengaruh terhadap kualitasnya,” pungkas Efdal.(suko) Â Â