SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur, mendatangi kantor operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) untuk mengklarifikasi beberapa persoalan yang mencuat saat ini.
Kepala Desa Campurejo, Edi Sampurno, mengatakan, pihaknya akan menanyakan perihal sosialisasi pendirian dua rig di Desa Ngampel pada Senin (8/9/2014) kemarin, yang tidak mengundang Pemdes Campurejo. Dia mengindikasi ada yang tidak sehat pada pelaksanaan sosialisasi tersebut.
“Bagaimana kami tidak curiga, pihak JOB P-PEJ telah mengundang warga Campurejo tanpa sepengetahuan pemdes,” kata Edi ditemui di kantornya, Selasa (9/9/2014).
Menurut dia, seharusnya JOB P-PEJ memberitahukan adanya sosialisasi tersebut kepada pemdes dan masyarakat luas, bukan sekedar surat pemberitahuan saja. Karena, meskipun pengeboran dilakukan di Desa Ngampel, dampak yang terjadi sebagian besar dirasakan warga Campurejo juga.
“Contohnya saja pengeboran di Pad B, tapi pembakarannya di Pad A. Selain itu moving alat berat yang melewati jalan desa yang bukan kapasitasnya,” ujar Edi, mengungkapkan.
Edi mengaku telah mendengar kabar jika sudah ada pembagian tenaga kerja dari desa Campurejo, Sambiroto, dan Ngampel dalam kegiatan tersebut. Padahal, seharunya prosedur yang dilakukan adalah memebritahukan terlebih dahulu kepada pemdes, agar desa bisa mengakomodir tenaga kerja dan tidak menimbulkan konflik sosial.
“Warga saya ada yang protes, kenapa begini, kenapa begitu, padahal kami selaku pemerintah desa tidak mengetahui apapun baik mengenai sosialisasi pendirian rig, pembagian tenaga kerja, ataupun moving alat berat. Yang jadi sasaran ya saya, kepala desanya, dikira sudah ada dela-deal sama JOB P-PEJ. Padahal mereka berkomunikasi saja tidak,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, sebelum timbul permasalahan yang lebih besar di desanya, Edi bersama perangkat desa dan BPD mendatangi kantor JOB P-PEJ di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban untuk mendapatkan jawaban mengenai hal tersebut.
“Kami tidak ingin ada demo atau blokir jalan, tapi kalau JOB P-PEJ tidak mau terbuka dan transparan dengan kami ya sudah, silahkan semaunya sendiri, kami juga bisa semaunya sendiri,” ancam Edi.
Sementara itu, Filed Administration Superintendant JOB P-PEJ, Basith Syarwani, masih berusaha dihubungi.(rien)