Lamongan Minta Tambahan Pupuk Lagi

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur memutuskan untuk kembali meminta tambahan alokasi pupuk bersubsidi jenis SP 36. Karena berdasar estimasi, meski sudah menerima tambahan alokasi Sp 36, diperkirakan tidak akan bisa mencukupi kebutuhan tanam.

 Tahun ini, Lamongan menerima tambahan alokasi pupuk bersubsidi jenis SP 36 sebanyak 4.673 ton. Tambahan tersebut diperkirakan tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan tanam di musim penghujan pada Oktober hingga Desember 2014.

“Untuk itu, Dinas Perikanan akan mengajukan permohonan tambahan alokasi kepada Gubernur Jawa Timur melalui kebijakan realokasi antar kabupaten. Ini terutama untuk memenuhi kebutuhan sub sektor perikanan di Lamongan,” kata Kepala Bagian Humas dan Infokom Lamongan, Mohammad Zamroni kepada suarabanyuurip.com, Jumat (19/9/2014).

 Sedangkan untuk tambahan pupuk bersubsidi jenis Urea sebanyak 15.507 ton diperkirakan bisa mencukupi kebutuhan  pertanian hingga Desember 2014 nanti. Estimasinya, posisi stok Urea hingga akhir Agustus yang belum terserap 7.404 ton.  Sehinga dengan adanya tambahan alokasi, stok yang tersisa sejumlah 22.911 ton.

Baca Juga :   Belasan Ribu Ikan Mujair di Tuban Mati Mendadak

Sementara luas tanam bulan Oktober sampai dengan Desember seluas 87.811 ha diperkirakan membutuhkan urea sebanyak 20.068 ton. “Insya Allah dengan pengaturan distribusi yang ketat, kebutuhan urea untuk pertanian tanaman pangan, hortikultura, perikanan dan perikanan bisa tercukupi,” kata Zamroni, menjelaskan.

Sebelum menerima tambahan, alokasi pupuk bersubsidi jenis Urea sebesar 43.788 ton, SP 36 sebesar 10.682 ton, Za sebesar 11.507 ton, NPK/Phonska 29.790 ton dan Pupuk Organik sebesar 13.083 ton.

Kemudian menerima tambahan 15.507 ton jenis Urea sehingga alokasinya menjadi 59.289 ton. Jenis SP 36 mendapat tambahan 4.673 ton sehingga bertambah menjadi 15.355 ton, ZA ditambah 4.468 ton sehingga naik menjadi 15.975 ton, NPK/Phonska naik menjadi 39.252 ton setelah menerima tambahan 9.462 ton dan Pupuk Organik menerima tambahan 6.449 ton sehingga naik menjadi 19.532 ton.

Akibat minimnya pasokan pupuk, para petani dibuat resah. Di musim kemarau banyak petani yang menanami lahan pertaniannya dengan agrobis seperti semangka, melon dan garbis selain juga tanaman palawija seperti jagung dan kedelai.

Baca Juga :   Pasangan Sueb - Bagas Terpilih Pimpin Aji Bojonegoro

Saat membeli pupuk di kios  pupuk resmi selalu tidak ada. Kalau pun ada stoknya terbatas dengan harga relatif mahal yaitu Rp150 ribu persak.

“Sulit mas mendapatkan pupuk. Kalau ada harganya juga mahal mencapai Rp150 ribu persak, “ kata petani garbis asal Desa Besur, Kecamatan Sekaran, Sutrimo. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *