Berharap Pembebasan Lahan Lapter Ngloram Segera Dilakukan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Reaktivasi Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sebagai pendukung aktifitas migas Blok Cepu, hingga saat ini belum jelas kepastiannya. Namun sebagaian warga di sekitar lapangan tersebut berharap segera ada pembebasan lahan untuk mengembangkan sarana transportasi udara tersebut.

Sebab, sejak tahun 2013 lalu permasalahan lahan telah menjadi perbincangan hangat di tengah warga, menyusul akan diaktifkan kemabali Lapter Ngloram. Bahkan sempat beredar kabar jika standar harga yang akan digunakan dalam pembebasan nanti sama dengan harga tanah untuk rel ganda (double track) yang ditetapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (KAI), yaitu paling tinggi Rp 1 juta/meter persegi.

Haryono, salah seorang warga Ngloram yang lahannya berada di sekitar lapter mengungkapkan, sebagian warga di sekitar Lapter Ngloram berharap pihak terkait segera melakukan pembebasan lahan sesuai standart aturan.

“Kalau kami inginnya dibeli dengan harga setinggi-tingginya, tapi kepastiannya bagaimana belum ada yang tahu,” kata Haryono.

Baca Juga :   Rencana Pemboran Sumur NKT 01 Molor

Menurut dia, peninjauan ke lokasi lapter telah dilakukan oleh instansi terkait pada tahun 2013 lalu. Hanya saja hingga saat ini belum ada kabar lebih lanjut terkait hal tersebut.

Senada disampaikan oleh Sukirno. Warga Desa Gadon yang memiliki lahan di sekitar lapter itu mengaku sudah ada tim yang melakukan pengukuran. Namun hingga saat ini dirinya belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait pembebasan lahan.

“Belum ada sosialisasi. Untuk penentuan harga warga harus dilibatkan langsung,” tandas Sukirno.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Cepu, Mei Nariyono, menjelaskan, sesuai informasi yang diperoleh rencana reaktivasi Lapter Ngloram tetap dilanjutkan. Namun ia juga membenarkan jika sejauh ini belum ada langkah lebih lanjut menyangkut rencana tersebut.

“Pengaktifan kembali lapter Ngloram akan banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Pemkab. Tapi tindaklanjutnya seperti apa kita semua berharap bisa segera terealisasi,” sambung Mei.

Sesuai informasi, pengaktifan kembali lapter Ngloram direncanakan memperpanjang landasan pacu dari 900 meter menjadi 2.200 meter. Sehingga nantinya dibutuhkan lahan tambahan antara 20 hingga 60 hektar. Selain di wilayah Desa Ngloram, lahan tambahan yang diperlukan tersebut sebagian juga masuk wilayah Desa Klagen, Kecamatan Kedungtuban.(ams)

Baca Juga :   Menteri ESDM Usulkan Besaran ICP 2024 Tetap di Kisaran USD70-80/barel, Ini Alasannya

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *