SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Sejumlah kontraktor lokal Bojonegoro, Jawa Timur, yang terlibat di proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, akan melakukan demo di lokasi proyek Engineering Procuremen and Construktion (EPC)-1 Banyuurip, Selasa (22/10/2014). Mereka akan menghentikan aktivitas proyek minyak yang sedang dilaksanakan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Kecamatan Gayam.Â
Aksi itu dilakukan lantaran hingga saat ini tagihan pembayaran (invoice) senilai Rp2,7 milyar yang dilayangkan kontraktor lokal kepada PT. Citra Gading Asritama (CGA), subkontraktor PT Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip, belum dicairkan.
Sejumlah perusahaan lokal yang akan menghentikan pekerjaan proyek Banyuurip itu adalah CV Reka Multi Sarana dengan jumlah tagihan Rp115.750.000, M. Harianto Fajar sejumlah Rp126.900.000, CV Ecomando Rp121.375.000, Toko Mira Rp21.075.000, Toko Kondang Murah Rp35.199.000, CV Prayoga Kayu Utama Rp537.225.741.
Kemudian jasa rental mobil milik Mohamad Nur Edi sejumlah Rp22.000.000, UD Trisami Jaya Rp55.501.500, rental mobil milik Suwanto Rp16.000.000, rental mobil milik Ruslan Rp24.750.000, rental mobil milik Nyaiman Rp12.000.000, Cv Sinergi Bangun Sarana Rp10.469.000, Mandor Suyitno Rp604.710.000, dan Mandor Ngadianto Rp394.675.000.
“Kami sudah jengkel, Mas. Karena tidak ada hasil yang positif selama dilakukan perundingan penyelesaian secara kekeluargaan,” kata Koordinator Aksi, Dirut CV Ecomando, Eko Harjito kepada suarabanyuurip.com, Selasa (21/10/2014).
Dia menjelaskan, pertemuan untuk penyelesaihan pembeyaran tagihan sejumlah Rp2,7 milyar yang menjadi tanggungan PT CGA telah dilakukan selama 5 kali, namun tidak ada hasilnya.
“Aksi tetap akan kita lakukan sampai dana tersebut dilunasi,” tegas Eko.
Dia mengungkapkan, telah melayangkan pemberitahuan rencana demo ke Polsek Gayam maupun Polres Bojonegoro pada (15/10/2014) lalu. “Tuntutannya meminta kejelasan pembayaran atas hutang PT. CGA kepada kami,” tandas Eko.
“Siapapun orangnya yang dibelakang mereka, saya tidak takut, Mas. Karena, kami bersama teman-teman menuntut hak sendiri dan tidak ada niat untuk menghambat pengerjaan proyek,” tegas Syafrudin Dalimonte, Koordinator lainnya.
Terkait kabar ini, suarabanyuurip.com masih berupaya memperoleh konfirmasi ke pihak CGA dan Tripatra. Namun sesuai informasi yang diperoleh dari salah satu sumber di Polres Bojonegoro, pemberitahuan demo di proyek EPC-1 Banyuurip itu telah diterima pihak kepolisian.(sam)