SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Penemuan dua buah batu akik oleh Nastain menggemparkan warga Lamongan, Jawa Timur. Satu buah batu akik terlihat jelas tulisan lafal Allah, lainnya tampak wanita sedang bersujud layaknya sedang sholat.
Rumah Nastain di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, sejak seminggu ini setiap sore selalu dikerumuni oleh orang yang ingin melihat langsung dua buah batu akik langka tersebut. Mereka ingin membuktikan langsung keajaiban alam yang tercetak dalam jenis batu mulia tersebut.
“ Saya tidak melarang pengunjung melihat dua buah batu akik tersebut. Namun saya melarang keras jika ada yang meminta macam-macam dari batu tersebut. Bisa menimbulkan musrik, “ kata nastain kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (15/11/2014).
Bagi Nastain dua batu akik tersebut hanya untuk mengingatkan orang untuk selalu eling kepada sang pencipta Allah SWT.
Pengunjung hanya bisa datang sore hari kerumah Nastain karena setiap hari dia  yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini harus ngantor di Kelurahan Babat. Istri maupun anggota keluarga lainnya tidak berani memperlihatkan batu ajaib tersebut.
Saat SuaraBanyuurip.com melihat langsung batu akik tersebut, dengan kasat mata bisa dilihat langsung lafal Allah tertera diatas batu berwarna hijau tersebut. Sedang dibatu akik satunya yang berwarna putih kecoklatan harus diperhatikan lebih jeli baru terlihat sosok wanita bersujud layaknya sedang sholat.
“Sudah banyak yang menawar dua batu akik tersebut hingga belasan juta. Tapi saya tidak menjualnya, “ terang Nastain. Menurutnya dua batu akik tersebut akan menjadi bahan koleksinya yang telah mencapai ribuan batu akik.
Dua batu akik tersebut ditemukan bapak dua anak ini di makam Sunan Geseng di Desa Tasikharjo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban. Sebelum mendapatkan dua buah batu akik tersebut awalnya dia bermimpi bertemu sosok kakek tua.
“Beberapa malam seorang kakek tua mendatangi saya dalam mimpi. Dia meminta saya untuk ziarah ke makam Sunan Geseng tepatnya di tempat petilasan pasujudan Sunan Geseng, “ ujar Nastain.
Sebelum melaksanakan perintah tersebut , Nastain yang sudah melanglang buana ke penjuru pulau jawa untuk berburu akik tersebut, melakukan ritual puasa mutih selama tiga hari.
Selama berziarah di makam Sunan Geseng, Nastain seperti pejiarah lainnya hanya melakukan tahlilan. Saat tengah malam dirinya mendapatkan dua buah batu akik tersebut sudah berada di hadapannya.
“Semua kuasa dari Allah SWT semata. Batu akik itu tinggal mengambil saja,“ ujarnya sambil tersenyum.
Mengoleksi akik sudah ditekuni Nastain selama 20 tahun. Meski hobi mengumpulkan batu yang sebagian besar berkhodam itu, nastain mengaku tidak memberikan perlakukan khusus pada batu akik koleksinya.
“Paling pas bulan suro dibersihkan. Dikasih minyak dan dibacakan doa-doa sesuai ajaran islam. Hanya hobi saja, “ papar Nastain. (tok)