Pedagang Bensin Eceran Dilarang Beli dengan Jerigen

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) malam kemarin, menjadi pukulan telak bagi para penjual bensin eceran di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Para penjual bensin eceran tidak diberi kesempatan untuk membeli premium dengan menggunakan jerigen di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) .

“Kalau jamannya pak SBY akan naiknya BBM sudah diumumkan beberapa hari kapan waktunya sehingga saya bisa kulakkan dulu. Kalau sekarang tidak, langsung diumumkan begitu saja,” keluh penjual bensin eceran di Desa Maduran, Kecamatan Maduran, Supangat kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (18/11/2014).

Menurutnya saat mendengar pengumuman kenaikan BBM semalam dirinya langsung berangkat membeli premium dan solar di SPBU Sekaran. Namun petugas sudah tidak melayani pembelian jirigen.

Supangat mengaku, sebelumnya sudah menjadi pelanggan tetap dan membawa kartu penjual premium eceran setiap melakukan pembelian di SPBU. Namun petugas SPBU dengan tegas menolak dengan alasan ada pelarangan dari Pertamina.

“Ya terpaksa harus pulang dengan kecewa, Mas,” keluh Supangat.

Baca Juga :   PUPNS Dikeluhkan Pegawai Cepu

Kekecewaan juga dirasakan Parno yang berjualan di jalan Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi. Ia tidak mengira pemerintah akan menerapkan kenaikan BBM begitu mendadak sehingga dirinya tidak memiliki stok premium dan solar.

“Tadi pagi jualan saya masih lima literan mas. Sekarang habis. Belum bisa kulakkan karena harus mencari tambahan uang untuk modal,” sambung Parno.

Menurutnya selama ini pemerintah masih memandang sebelah mata para penjual bensin eceran. Padahal selama ini pedagang bensin eceran turut membantu pemerintah mendistribusikan bahan bakar hingga ke pelosok desa.

“Pemerintah tidak memikirkan bagaimana para bakul bensin dan solar eceran paska kenaikan BBM. Dari mana kami mendapatkan tambahan modal untuk kulakan lagi dengan harga yang telah dinaikkan Rp2 ribu per liter,” ujar dia, mengungkapkan.

Dari pantauan SuaraBanyuurip.com, banyak penjual bensin eceran ditepi jalan nasional maupun jalan-jalan kecamatan yang dagangannya kosong. Mereka mengaku sudah berusaha membeli premium di SPBU semalam namun tidak dilayani. Untuk membeli premium dengan harga baru mereka mengaku masih belum memiliki modal.(tok)

Baca Juga :   Tuban Siapkan Anggaran Kekeringan Rp50 juta

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *