Investasi Rp 810 M Masuk Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, masih menjadi daya tarik bagi investor, meskipun realisasi investasi tahun 2014 menurun dibanding tahun 2013 lalu. Tahun ini realisasi investasi senilai Rp 810 miliar, sedang tahun 2013 lalu mencapai Rp 941 miliar.

Data tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Chairil Anwar saat menggelar Business Gathering, Rabu (19/11/2014) di Grand Mahkota Hotel.

Acara tersebut kurang lebih dihadiri 100 peserta dari kalangan pengusaha lokal, pengusaha regional Jawa Timur, dan nasional baik yang telah menanamkan investasinya di Kabupaten Lamongan maupun yang belum.

“Gathering ini untuk meningkatkan pemahaman dan persepsi yang sama di bidang investasi di Kabupaten Lamongan. Juga guna menjalin komunikasi dan kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan dunia usaha sehingga  dapat tumbuh investasi baru dan mengembangkan investasi yang sudah ada,” kata dia.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)  Jatim, Heribertus Gunawan,menyampaikan Indonesia akan menghadapi AFTA tahun 2015 dan saat ini diperkirakan 600 juta penduduk ASEAN dapat menjadi pasar potensial.

Baca Juga :   Dokumen BKKD 8 Desa di Padangan Disita Polda Jatim

“Akan banyak barang serta investasi yang akan masuk dan keluar. Oleh karena itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar investor mau menanamkan modalnya. Yakni kondisi infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, dan bandara kemudian kelengkapan infrastruktur untuk menekan biaya logistik, serta ketersediaan SDM yang berkualitas,” ungkap Heribertus.

Heribertus mengungkapkan, bahwa saat investor akan menanamkan modalnya, hendaknya melakukan maping bagaimana kondisi masyarakat sekitar, UMK dan UMKMnya apakah siap menerima keberadaan perusahaan tersebut.

“Jangan sampai telah didirikan perusahaan terhalang oleh komunitas yang belum siap sehingga menimbulkan masalah, “ imbuh dia.

Bupati Lamongan, Fadeli, menambahkan, saat ini sudah banyak investor yang telah menanamkan modalnya di Lamongan. Meski memang percepatan pembangunannya masih belum optimal. Dia menyebut di wilayah pantura saja sudah terdapat 7 perusahaan yang telah mampu mengolah sekitar 30% produksi ikan yang dihasilkan oleh Lamongan.

“Kabupaten Lamongan juga dilewati oleh 68 km Sungai Bengawan Solo. Ini merupakan potensi yang luar biasa, apalagi saat ini Kabupaten Lamongan dengan bantuan Bappenas telah meneken kerjasama terkait penyaluran air bersih dengan kapasitas 200 liter/detik di wilayah pantura, ” lanjutnya.(tok)

Baca Juga :   Mas Teguh Kunjungi Keluarga Korban Tenggelam Sungai Kerjo Bojonegoro

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *