Kades Ring 1 Sweeping Naker Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sebanyak 12 Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, Senin (24/11/2014) siang tadi, berencana melakukan sweeping pekerja proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, Procuremen and Construction/EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu yang dilaksanakan PT Tripatra Engineers & Construction, kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Senin (24/11/2014).

Aksi itu terpaksa dilakukan para petinggi ring 1 Lapangan Minyak Banyuurip karena mereka merasa kesal dengan ulah subkontraktor EPC-1 Banyuurip yang melakukan perekrutan tenaga kerja baru. Sebab sebelumnya Tripatra sudah mengatakan kalau tidak merekrut naker lagi,  tetapi ternyata masih dilakukan penambahan naker baru.

Namun aksi itu batal dilakukan setelah Muspika Gayam memfasilitasi pertemuan dengan perwakilan Tripatra dan EMCL di Balai Desa Brabowan. Hadir dalam pertemuan itu 12 kepala desa, Camat Gayam, Hartono, Juru Bicara Tripatra, Budi Karyawan, dan Ismail dari EMCL. Selain itu, juga Kapolsek Gayam AKP Sudirman, dan Kepala Pos Ramil Gayam, serta Asisten II Pemkab Bojonegoro. Kemudian pertemuan dialihkan ke Pendapa Kecamatan Gayam.

Baca Juga :   Pertamina EP Segera Sosialisasikan Penertiban

Kades Katur, Kecamatan Gayam, Sukono kepada suarabanyuurip.com di Kantor Kecamatan Gayam, mengatakan, dari pertemuan disepakati masalah tersebut akan dibahas lebih lanjut pada Senin pekan depan.

“Alasannya pihak EMCL masih akan memanggil pihak kontraktor EPC untuk dilakukan pengecekan secara keselurahan,” kata Sukono di pendopo Kecamatan Gayam.

Kades Bonorejo, Dasan, menyatakan, masih memberi toleransi kepada EMCL dan Tripatra hingga pekan depan. “Tapi kalau minggu depan tidak ada jawaban yang positif baik dari pihak Tripatra maupun EMCL lokasi Puduk tetap akan kami blokir total,” ancam Kades Bonorejo, Dasan.

Terpisah, Camat Gayam, Hartono, menegaskan, permasalahan yang terjadi karena adanya miskomunikasi antara kontraktor dengan Kades.

“Intinya miskomunikasi. Karena, indikasinya yang melakukan adalah subkonnya Tripatra . Jadi, minggu depan dari subkon tersebut agar bisa ketemu dengan kades membahas terkait hal itu. Agar, tudingan miring tidak selalu tertuju di Tripatra ataupun kontraktor EPC lainnya. Tegas Hartono.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Tripatra, Budi Karyawan mengatakan, dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan semua subkontraktor EPC-1 Banyuurip untuk duduk bersama mencari solusi nasib para pekerja menjelang rampungnya proyek konstruksi.

Baca Juga :   PEPC Diminta Patuhi Aturan

“Tadi kesepakatannya nanti juga dari subkon EPC-5 juga akan diundang untuk membahas masalah ini,” sambung Budi.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *