SuaraBanyuurip.com -Â
Tanggungjawab sosial kepada masyarakat sekitar dilakukan Tripatra sejak mulai mengerjakan proyek EPC-1 Banyuurip, Blok Cepu. Beragam program pun digulirkan untuk memberdayakan masyarakat. Â
WAJAH Sukinah, (63), tampak sumringah. Wanita senja asal Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu berjalan semangat menuju balai desa yang tak jauh dari rumahnya. Ia ingin mengikuti pengobatan gratis yang digelar Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (engineering, procurement and construction/EPC) – 1 Banyuurip. Â
Setelah tak lama duduk menunggu antrean, Sukinah mendapat giliran pemeriksaan. Keluhan yang dirasakan dia sampaikan kepada petugas medis yang memeriksanya. Mulai dari rasa pegal linu yang mendera raganya yang renta, hingga mata kabur yang dialami sejak satu tahun terakhir ini. Â
“Sejak ada pengobatan gratis ini, saya rutin ikut,” kata Sukinah kepada Suara Banyuurip belum lama ini. Â
Dari mengikuti pengobatan gratis secara rutin itu sakit yang diderita Sukinah berangsur-angsur berkurang. Bahkan matanya yang rabun juga sudah bisa digunakan untuk melihat. Â
“Alhamdulillah pegel-pegelnya sudah hilang dan mata saya bisa melihat dengan jelas,” ujar Sukinah. Â
Sukinah adalah satu dari ribuan warga di desa terdampak proyek EPC-1 Banyuurip yang menerima manfaat program kesehatan gratis Tripatra. Sejak program itu dilaksanakan pada September 2012 silam, sudah ada sebanyak delapan  ribu warga yang menfaatkan layanan pengobatan gratis Tripatra. Mereka tersebar di 12 desa di wilayah Kecamatan Gayam.
Yakni Desa Gayam, Mojodelik, Brabowan, Bonorejo, Beged, Ngraho, Begadon, Ringintunggal, Katur, Sudu, Manukan, dan Cengungklung. Â
Sasaran dari program itu adalah memprioritaskan para manusia lanjut usia (Manula) dan bayi di bawah lima tahun (Balita). Yang pelaksanaannya melibatkan perawat, bidan, dokter proyek didukung dokter dan tenaga medis dari Puskesmas dan pemerintah desa. Â
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan rata-rata penyakit yang diderita bukan karena dampak proyek. Melainkan penyakit bawaan seperti pegal, gatal, mag. Â
“Kita juga memberi makanan tambahan kepada balita. Ini untuk mengantisipasi dan mendeteksi gizi buruk agar dapat dilakukan penanganan secepatnya, secara tidak langsung kegiatan ini juga menjadi bagian dari kewajiban untuk melakukan pemantauan dampak proyek terhadap lingkungan sekitar,” tegas juru bicara Tripatra, Budi Karyawan. Â
Selain itu Tripatra juga melakukan buka puasa bersama dengan Jurnalis se Bojonegoro pada bulan Ramadan lalu, pemberian santunan anak Yatim di sekitar proyek, bantuan kegiatan HUT RI ke 69 kepada karang taruna se Kecamatan Gayam, office Bojonegoro, serta  Kantor Kecamatan Gayam dan Kalitidu. Â
Kemudian tasyakuran pembukaan jalan kampung tunnel Dusun Puduk, Desa Bonorejo – Gayam. Pemberian bingkisan papan ucapan selamat kepada wisudawan STIKES ICHSADA Bojonegoro, bantuan kegiatan kepada unit pelaksana teknis dinas pendidikan (UPTD) Kecamatan Gayam dalam rangka PKS dan Polisi Cilik Tingkat Propinsi Jawa Timur.
“Kami juga memberikan bantuan kegiatan sedekah bumi Desa Brabowan dan Gayam sebagai bentuk ikut melestarikan budaya masyarakat pribumi,†tegas putra Malang, Jawa Timur itu. Â
Tak hanya itu, Tripatra juga melakukan kegiatan donor darah rutin tiap 3 bulan sekali untuk membantu kebutuhan darah Palang Merah Indonesia (PMI) Bojonegoro yang saat ini masih kekurangan stok. Donor darah itu dilakukan  di kantor Tripatra Jakarta dan Bojonegoro Site dengan jumlah pendonor saat ini sudah mencapai 268 Karyawan. Â
Bahkan Tripatra juga membagikan kayu bekas pakai kepada pelaku ketering, mushola, sekolah dan korban kebakaran untuk dimanfaatkan. Pembagian kayu bekas pakai  ini di lakukan setiap hari mulai bulan Desember 2013 hingga saat ini. Jumlah kayu yang sudah di bagikan sebanyak 1 .714 truk. Â
Kepedulian terhadap tempat peribadatan juga ditunjukkan Tripatra salah satunya dengan membagikan hewan qurban  kepada Remaja Masjid se Kecamatan Gayam dan Remaja Masjid Bojonegoro Office. Juga mendukung peringatan Hari Jadi Bojoegoro ke 337 dengan memberikan sejumlah bantuan kepada panitia pelaksana, dan pemilihan Kange Yune Bojonegoro pada Oktober lalu. Bahkan Manager Coorporate Social responsibility (CSR) Tripatra, Dony Hermawan didapuk sebagai juri Kange Yune pada malam final. Â
“Kita juga memberikan bantuan air bersih di lingkunagn proyek selama musim kemarau,†tandas Budi. Â
Terbaru, Tripatra melaksanakan senam sehat dan penyuluhan kesehatan masyarakat yang dilakukan di Desa Begadon – Gayam. Senam sehat yang baru kali pertama dilaksanakan ini cukup diminati masyarakat. Itu terbukti jumlah ibu-ibu yang hadir dalam setiap kegiatan dilaksanakan. Â
Program CSR yang diberikan Tripatra ini sesuai dengan kebutuhan warga sekitar proyek. Program itu dibagi menjadi beberapa bagian yakni CSR pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, dan CSR bantuan. Â
“Kalau mau diingat, mungkin sudah banyak yang lupa apa yang telah kami berikan, tapi semua yang kami lakukan ini hanya satu tujuannya, yakni sebagai bentuk tanggung jawab social dan kepedulian kepada masyarakat sekitar proyek,” ujar Budi.
“Dengan program-program ini kami harapkan masyarakat bisa terus berkembang meski proyek ini telah selesai nanti,†lanjut dia menutup perbincangan. Â
Yang pasti selama pekerjaan di EPC-1 Banyuurip masih berlangsung, tanggungjawab sosial kepada masyarakat sekitar tak akan dilupakan Tripatra. (d suko nugroho)