Ditengarai Ada Mafia Naker di Proyek Banyuurip

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Kepala desa (Kades) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang tergabung dalam Paguyuban Kades Banyuurip, Blok Cepu, mempertanyakan 81 tenaga kerja (Naker) dari 106 naker yang direkrut kontraktor pelaksana proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (Engineering Procurement and Construction/EPC)-5 Banyuurip, PT Rekayasa Industri – Hutama Karya (Rekind – HK).

Pasalnya, selain pembagiannya tidak proporsional, mayoritas dari 81 naker yang direkrut Rekind – HK berasal dari luar Kecamatan Gayam. Sedangkan untuk warga dari desa ring satu proyek Banyuurip hanya 25 orang calon naker.

“Mana janjinya dalam pertemuan beberapa waktu mau koordinasi yang baikdengan paguyuban Kades, jika kenyataannya seperti ini. Masak merekrut orang luar lebih banyak dari orang sekitar proyek,” kata Ketua Paguyuban Kades Banyuurip, Sukono kepada suarabanyuurip.com, Kamis (01/01/2015).

Kades Katur  itu menjelaskan, 81 orang yang akan direkrut menjadi naker EPC-5 itu diketahui setelah para kades mengkroscek di Kantor HK beberapa waktu. Kemudian baru 25 orang dari warga sekitar proyek dipanggil untuk di medical chek up (MCU).

Baca Juga :   Kartar Gayam Dukung Petisi Koalisi Pemuda Banyuurip

“Kontraktor pelaksana EPC-5 terkesan kucing-kucingan dalam merekrut naker. Andaikan saya tidak mengkroscek, kemungkinan 25 orang sini tidak dipanggil-panggil, Mas,” ujar Sukono, mengungkapkan.

Hanya saja, Sukono mengaku belum tahu persis mereka akan dilibatkan sebagai tenaga skill atau unskill di proyek EPC-5 Banyuurip. Tetapi, melihat latar belakang dari 25 warga sekitar Banyuurip tersebut sudah bisa dipastikan mereka akan dipekerjakan menjadi naker unskil (tenaga kasar) seperti helper (pembantu tukang) dan lain sebagainya.

“Saharusnya pembagiannya jika diprosentasekan 60 warga sekitar proyek dan 40 persen lagi warga luar daerah, ini kan lucu. Apa memang sengaja minta kami dan teman-teman kades juga warga untuk mensweeping naker dari luar daerah,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Gayam, Winto, juga mengaku heran dengan sikap PT Rekind – HK yang terkesan mengadu domba kepala desa dengan warga. Terlebih ada beberapa warga yang menawarkan bayaran asalkan mereka dapat pekerjaan di proyek Banyuurip.

“Ini sangat menyakitkan sekali. Saya mengindikasi setiap naker yang bisa masuk kerja di dalam proyek dimainkan oleh oknum karyawan perusahaan untuk diuangkan,” sambung Winto, mengungkapkan.

Baca Juga :   Warga Malo Panen Minyak Mentah

“Kalau semua ini benar adanya bisa menghancurkan tatanan, dan perlu dibrantas mafia naker tersebut. Jadi kedepannya tidak membuat sakitnya tuh disini,” pungkasnya.(sam)  

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *