Mitologi Disebalik Semburan Liar Nglobo

Sebagian orang meyakini mitos bermula dari kontemplasi leluhur. Disana terbentuk kearifan yang harusnya dihormati.

DI balik terjadinya semburan liar di sekitar sumur NGBU 04 di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tersimpan mitos yang sampai saat ini dipercaya sebagaian masyarakat. Peristiwa itu bisa menjadi pertanda terjadinya bencana di desa setempat.

Kepercayaan itu diperkuat dengan keberadaan Sendang Kraonan atau dikenal dengam Kedung Lantung. Tempat tersebut berada di RT 1 RW 2 Desa Nglobo.

Masyarakat percaya, Kedung Lantung adalah pusat dari sumur minyak yang ada diwilayah tersebut. Di perut bumi yang letaknya tepat di tengah Kedung Lantung itu, tersimpan cadangan minyak yang sangat besar besar.

Pada zaman kolonial Belanda dulu tidak ada yang berani melakukan aktifitas pengeboran tepat di tengah Kedung Lantung. Jika itu tetap dilakukan maka akan terjadi bencana besar yang sanggup menenghabiskan masyarakat setempat.

Hal itu bisa terjadi karena ada kepercayaan, minyak yang keluar (akan muncrat), sehingga menghabiskan Desa Nglobo. Kini semburan terjadi disaat mitologi masih lekat di tengah masyarakat Desa Nglobo.

Baca Juga :   Bayi Hidup Dibalik Jeruji Besi

“Orangtua dulu percaya, bahwa di bawah sini terdapat sumber minyak yang sangat besar,” kata Imam Purnomo, warga Desa Nglobo saat berada di tengah-tengah Kedung Lantung.

Para orangtua dulu, ungkap Imam, sangat mewanti-wanti jangan sampai ada pihak yang melakukan aktifitas pengeboran di lokasi tersebut. “Nglobo akan habis,” tegas pria yang akrab disapa Imam Rebonding tersebut.

Mitos lain yang berkembang sejak dulu adalah larangan melakukan aktifitas pengeboran di sebelah utara jalan raya, meskipun tidak berada di tengah Kedung Lantung. “Kalau tetap dilakukan maka akan terjadi bencana,” jelas Kasdi (74), warga Desa Nglobo.

Bermula dari kisah mistis itu pula, saat penjajahan Belanda tidak ada aktivitas pengeboran di Kedung Lantung. Padahal para pakar minyak Belanda, kala itu, sangat mafhum jika di Kedung Lantung  tersimpan cadangan minyak sangat besar. Bahkan tidak ada pengeboran di sebelah utara jalan raya.

“Bisa dilihat banyak sumur yang berada di sebelah selatan jalan raya,” kata tokoh gaek Desa Nglobo tersebut.

Baca Juga :   10 Tahun Warga Nguken - Bojonegoro Manfaatkan Sumur Gas Peninggalan Belanda

Kini cerita dari mulut ke mulut yang lahir sejak nenek moyang Desa Nglobo  ditepiskan. Mereka sekarang tak percaya dengan mitos itu, karena belum ada pembuktian secara empiris. Bahkan terdapat aktifitas pengeboran di Desa Nglobo (Sumur NGBU 04) yang berlokasi di sebelah utar jalan.

Selain kepercayaan sebagian masyarakat tentang keberadaan Kedung Lantung, terjadinya semburan liar itu adalah pertanda buruk. “Ini mungkin adalah tanda kebenaran akan kepercayaan orang dulu,” kata pria yang mengaku sebagai pensiunan pegawai perminyakan ini.

Untuk diketahui, saat ini tengah terjadi semburan liar di sekitar sumur NGBU 04 yang dikerjakan oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC ADK). Semburan tersebut terjadi pada tanggal 26 Desember 2014, dan saat ini masih berlangsung. (ahmad sampurno)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *