Siswa Lamongan Juara Robotika Internasional

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan- Prestasi membanggakan diraih empat siswa SD Muhammadiyah Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, di ajang internasional. Mereka berhasil meraih tiga medali dalam International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) III di Maktab Rendah Sains Mara (MRSM) Johor Baru, Malaysia yang berlangsung 24-26 Desember lalu.

Keempat siswa itu adalah Zidni Fahmi Tsiqoola, meriah juara pertama di kategori aerial robot dan juara ketiga di kategori line tracer. Kemudian Ahmad Gulm Amrullah Rahim menyabet juara kedua kategori aerial robot dan special award I kategori Line Tracer.

Sedangkan dua siswa lainnya adalah Safaraz Rafi Kamaru Zamansyah meriah juara dua di kategori Line Tracer dan M Fazlurrahman Al Fafa meraih special award I kategori aerial robot.

Kepala sekolah SD Muhammadiyah Babat, Kurnia Rahmawati, menuturkan, awal mula mengikuti kompetisi tersebut karena lembaganya memiliki ekstrakulikuler robotic yang dilaksanakan setiap seusai Sholat Jum’at. 

“Kami mencoba mengikutkan anak-anak di Muhammadiyah Festival on Education, Sport and Culture (ME-Confest) pada November tahun lalu. Ternyata anak-nak mampu meraih juara pertama diantara sekitar 200an peserta. Sehingga kami memberanikan diri mengikutkan siswa kami di kompetisi yang lebih tinggi di Johor Baru, Malaysia,” kata Kurnia Rahmawati saat beraudensi dengan Bupati Lamongan, Fadeli, Senin (19/1/2014).

Baca Juga :   508 Formasi CPNS di Blora Siap Dibuka

Guru pendamping, Fastabiqul Khoirot, menjelaskan, saat di IISRO, keempat siswa binaanya harus berkompetisi dengan 250 peserta dari Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura dan 10 lembaga pendidikan lainnya dari Indonesia.

“Kesulitan utama dalam kompetisi itu adalah dalam hal mekanikal merangkai robotnya. Kalau untuk bahasa pemrograman hanya memerlukan sedikit penyesuaian dengan lintasan lomba, karena sudah diajarkan dalam ektrakulikuler,” sambung Fastabiqul Khoirot, mengungkapkan.

Menurut dia, kesulitan dalam mekanikal ini karena peserta harus merubah ukuran roda. Sebab hal itu akan merubah pada keseluruhan setting mekanikal dan performa robot untuk menyelesaikan setiap misi yang dilombakan.

Fastabiqul Khoirot mengemukakan, IISRO adalah kompetisi robot internasional untuk siswa sekolah dasar dan menengah Islam. Ajang ini sebagai kompetisi untuk menuju partisipasi dalam kompetisi robotika tingkat dunia di Beijing. Ada Sembilan kategori yang dilombakan.

“Yakni, rescue, theathre, soccer dan aerial. Selanjutnya kategori lomba sumo, low cost project, line tracer, transporter dan mission challenge,” kata Fastabiqul.

Bupati Lamongan, Fadeli berharap, kedepan lahir inovator teknologi dari Lamongan yang mampu menciptakan alat untuk mengangkat potensi sumber daya alam yang melimpah. Karena anak-anak Lamongan memiliki potensi untuk berprestasi.

Baca Juga :   Pengunjung Perpusda Bojonegoro Stabil, Sekitar 30 Orang Perhari

“Tinggal bagaimana bapak ibu guru memberikan pembinaan. Seperti saat ini, sopo sing nyono (siapa yang menduga), siswa SD kita mampu menjadi juara di kompetisi robot internasional,” tutur Fadeli.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *