SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Lahan pertanian milik warga Desa Nglobo Kecamatan Jiken, terancam tidak bisa digarap lagi. Pasalnya, semburan liar berupa gas dan air di sekitar sumur NGBU-04 Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK), yang terjadi di lahan milik petani telah merusak kondisi tanah dan akan sulit untuk diolah kembali.
Kepala Desa Nglobo, Sujatmiko, menjelaskan, akibat semburan tersebut dipastikan merusak kondisi tanah milik petani. Hal itu seperti yang saat ini terjadi di lahan pertanian yang terdapat titik semburan telah mengakibatkan tanaman menguning dan mati.
“Itu, akibat gas dan zat lain yang terbawa oleh semburan, sehingga tanaman mati,†katanya kepada suarabanyuurip.com.
Menurutnya, semburan itu diperkirakan telah memicu terjadinya rongga di dalam tanah. “Di dalam tanah pasti telah tergerus atau ngronggo dan tentu masih tersimpan gas,†ujarnya, mengungkapkan.
Dia menjelaskan, saat ini kekhawatiran itu muncul di tengah warga jika nanti menggarap lahan mereka. “Siapa tahu didalam rongga masih tersimpan gas dan suatu saat bisa menyembur kemudian terjadi kebakaran, siapa yang akan bertanggung jawab,†ujarnya, bertanya.
Seharusnya, lanjut Jatmiko, Pertamina mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi. “Karena saat ini ganti rugi warga hanya sebatas kerugian akibat tidak bisa bertani. Untuk lahan warga bagaimana,†katanya.
Dia berkeyakinan bahwa lahan milik warga tidak mungkin bisa digarap lagi karena dahsyatnya semburan.
Semantara itu, Public dan Government Affair Pertamina EP Cepu, Pandu Subioyanto, megaku akan melakukan kajian dengan tim ahli dan melibatkan dinas terkait untuk menanggapi keluhan warga tersebut.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Jiken, Wahyanto, mengungkapkan,  jika limbah gas yang dihasilkan semburan liar tersebut tidak berpengaruh pada kondisi tanah. “Tanah masih aman untuk diolah dan dimanfaatkan untuk pertanian,†katanya, Rabu (21/1/2015).
Jika warga masih masih belum yakin dengan hal itu, pihaknya berjanji akan melakukan kajian dampak lingkungan dengan pihak terkait dan yang lebih berwenang.
“Kita akan kros cek dan melakukan analisa dampak lingkungan,†tegas Wahyanto.
Untuk diketahui, di wilayah kerja ADK sedang ada kegiatan Kerja Ulang Sumur (Re-entry) oleh PT. Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK). Pada hari Jumat, tanggal 26 Desember 2014 Pukul 17.30 WIB dilaporkan adanya semburan liar dengan jarak ±75-500m di luar lokasi sumur dan sampai saat ini masih belum bisa diatasi.(ams)