PKL Cepu Bakal Ditertibkan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akan mengelar operasi besar untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalur trotoar dan ruas jalan raya di wilayah setempat pada tahun 2015 ini. Karena keberadaan mereka telah melanggar peraturan daerah  (Perda) No 60 Tahun 1990 tentang Kebersihan Keindahan dan Ketertiban (K3).

Kepala Satpol PP Kecamatan Cepu, Dahlan Rosidi, mengatakan, penertiban PKL di wilayah Cepu telah menjadi agendanya tahun 2015 in. Kerena selama ini, para PKL telah dilarang untuk berjualan di trotoar dan ruas jalan, namun masih bandel.

“Khususnya di trotoar dan ruas jalan raya,” tegas dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (21/1/2015).

Disinggung apakah PKL Taman Seribu lampu juga akan menjadi sasaran penertiban, Dahlan, membenarkan. “Karena selama ini hanya sebatas kebijakan. Terutama untuk para PKL yang berdagang saat malam hari di taman tapi tidak membongkar lapaknya,” katanya.

Dahlan mengaku telah melakukan sosialisasi terhadap para PK terkait operasi besar yang akan dilakukan.

Baca Juga :   Komisi C Sidak, RSUD Tutupi Hasil Mediasi

Namun pernyataan itu dibantah sebagian PKL di wilayah Cepu. Karena sampai hari ini mereka belum mengetahui rencana penertiban tersebut, “Saya belum tahu kalau ada rencana penertiban,” kata Salam (34) salah satu PKL di Jalan RSU, Cepu.

Dia menganggap rencana tersebut bakal sia-sia jika dilakukan. “Percuma, Mas, kalau ditertibkan. Kalau sudahj selesai penertiban pasti ya kembali lagi. Dulu juga begitu kok,” ungkapnya,  pria berjeggot ini yang tampak menyepelakan rencana tersebut.

Kalaupun ditertibkan, lanjut Salam, paling tidak pemerintah menyediakan tempat bagi para PKL. “Tentunya  juga harus tempat yang ramai, kalau sepi ya buat apa,” pintanya.

Senada dikatakan Widodo, warga Cepu lainnya. Menurutnya, tidak menjadi masalah PKL berjulan di trotoar. Asalkan diberi ruang untuk pejalan kaki.

Namun demikian, dia membenarkan jika sekarang  ini banyak trotoar yang buntu karena banyaknya PKL. “Trotoar memang banyak yang buntu, lha wong sekarang saja jarang orang yang berjalan kaki,” katanya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pelindung Tebing Bengawan Solo Ambrol, PII Bojonegoro: Kondisi Gagal Struktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *