Karyawan Tripatra Dilatih Emergency Respon

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) 1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, PT Tripatra menggandeng Basarnas untuk memberikan pelatihan Emergency Respon Plant kepada 15 karyawannya di Hotel and Restaurant MCM Bojonegoro, selama dua hari yakni Senin – Selasa (9-10/2/2015). 

Koordinator Tim Trainer Basarnas, Johan Saptadi, mengatakan, dalam kegiatan ini para peserta diberikan pelajaran baik materi maupun praktek mengenai safety dan medis. Tujuannya supaya karyawan PT Tripatra mampu menghadapi kondisi emergency atau bahaya di lingkungan kerja.

“Harapan kami mereka bisa menangkap pelajaran dengan baik dan bersungguh-sungguh, supaya ilmu yang didapat bermanfaat saat menjalankan tugas di manapun dia bekerja,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com.

Dia menyarankan, para peserta harus bisa mengidentifikasi kemungkinan bahaya yang timbul. Mulai tentang bagaimana bisa menyusun perencanaan tanggap darurat, bagaimana membuat sistem komunikasi emergency, dan melakukan proses evakuasi jika terjadi emergency.

“Pelatihan ini bisa berguna bagi diri sendiri dan orang lain,” tegas Johan.

Dia menjelaskan, pelatihan yang diberikan kali ini adalah penanganan emergency seperti kebakaran, dan penanganan kecelakaan kerja dari ketinggian. Sehingga, saat bekerja terjadi apa yang seperti disimulasikan bisa bertindak cepat dan tepat.

Baca Juga :   Komisi VII Usulkan Aturan DBH Masuk dalam UU Migas

“Mereka harus bisa cara menurunkan korban dari ketinggian menggunakan lintasan tali, evakuasi pemindahan korban manual atau menggu tandu, dan melakukan pemadaman api secara tradisioal atau dengan alat pemadam,” imbuh Johan.

Salah satu peserta latihan, Arifin, (25), dari Desa Gayam, mengaku, baru pertama kali melakukan praktek emergency respon karena selama ini hanya berupa materi dari PT Tripatra. Namun, dengan pelatihan dari Basarnas pekerja lebih percaya diri jika terjadi kecelakaan kerja atau kondisi darurat lainnya saat bekerja.

“Tidak hanya di Tripatra saja, di perusahaan lain pun saya bisa menggunakan sertifikat emergency respon ini nantinya,” sambung Arifin.

Sementara itu, Tim Trainer PT Tripatra, Toni Setyo Hutono, mengungkapkan, pelatihan dengan Basarnas sudah dilakukan ketiga kalinya dengan peserta yang berbeda-beda. Setelah mendapatkan pelatihan, juga ada sertifikat resmi untuk pelatihan tersebut.

“Sertifikat Emergency Respon ini semoga bermanfaat dan sebagai modal nantinya bekerja di perusahaan lain selain PT Tripatra,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   GCI Kembali Umbar Janji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *