Satu Orang Tewas, Tiga Luka-luka

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Angin puting beliung tampaknya masih mengancam sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hanya dalam jangka waktu dua bulan, angin puting beliung menerjang 10 Desa di 10 Kecamatan di antaranya Temayang, Balen, Kapas, Bojonegoro, Sumberjo, Dander, Sukosewu, Kasiman, Gondang, Tambakrejo, dan Kasiman.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Bojonegoro, Budi Mulyono, mengatakan, angin puting beliung terjadi terakhir kali pada Senin (23/2/2015) sore kemarin, di Dusun Ngresep, Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo.

Menurut Budi, bencana ini telah merenggut nyawa satu orang bernama Karmini (75). Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka di antaranya Niswatin (26), Hasanuddin (33), Amrul Zaenal Arifin (6).

“Rumah milik Hasanuddin roboh karena terjangan angin puting beliung, dan menewaskan ibunya,” ujar Budi kepada suarabanyuurip, Selasa (24/2/2015).

Dia mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan pembersihan puing-puing dan pembenahan rumah korban yang terbuat dari kayu jati. Kerugian yang ditaksir mencapai Rp20 juta.

Baca Juga :   Anjal Resahkan Warga

“Kami telah memberikan bantuan sembako bagi korban sambil menunggu laporan resmi pihak desa untuk langkah selanjutnya,” ucap Budi.

Dia menyampaikan, selama musim penghujan tahun ini masih berlangsung, maka puting beliung masih menjadi ancaman masyarakat terutama yang tinggal di tepian sungai dan hutan baik wilayah selatan maupun barat kota Bojonegoro.

Hal itu, menurut Budi, dikarenakan hutan yang seharusnya menjadi manfaat untuk menahan angin tidak lagi berfungsi maksimal karena penebangan pohon secara liar. Sehingga hempasan angin menjadi mudah menerjang pemukiman warga di sekitarnya.

“Waspadai ketika tanda-tanda angin puting beliung ini terjadi, seperti cuaca yang sangat panas, secara mendadak terdapat mendung tebal disertai dengan hujan lebat dan petir. Biasanya angin puting beliung akan muncul pada saat seperti itu pukul 13.00 WIB sampai 17.00 Wib,” jelasnya.

Total kerugian yang dialami akibat angin puting beliung sejak januari 2015 lalu, sejumlah Rp93 juta. Dengan kerusakan berupa robohnya rumah, pohon, tiang listrik, dan gudang sembako.(rien)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *