SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Maraknya pencurian di sekitar proyek minyak Banyuurip, Blok Cepu, Â akhir-akhir ini mulai menjadi perhatian serius pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Karena selain aksi itu terjadi di lokasi proyek, juga mulai merambah rumah warga.
Sebagaimana diketahui, belum lama ini pencurian logistik proyek terjadi di lokasi EPC- 5 Banyuurip, milik PT Hutama Karya – Rekayasa Industri (HK – Rekind). Kasus ini telah ditangani polsek namun pelaku belum tertangkap. Kemudian pencurian sebuah televisi di Balai Desa Gayam.
Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades), se-Kecamatan Gayam, Sukono, membenarkan, maraknya  tindak pencurian di wilayah Gayam. Selain menyatroni lokasi proyek, juga rumah dan pertokoaan milik warga sekitar.
“Saya akan segera berkoordinasi dengan kepala desa di wilayah Kecamatan Gayam untuk segera bertindak dalam pengamanan di desanya masing-masing. Agar kejahatan yang sudah meresahkan warga ini segera teratasi, Mas,” kata Sukono kepada suarabanyuurip.com melalui telepon, minggu (01/3/2015) sekira jam 15.49 WIB.
Dia menjelaskan, koordinasi antar kepala desa (Kades) dilakukan untuk menyatukan langkah dalam membentuk keamanan di masing-masing desa. Mulai dari keterlibatan pemuda di karang taruna, Linmas, dan tokoh masyarakat lainnya.
“Saya juga segera berkoordinasi dengan Polsek, Pam Ovit dan Pos Ramil untuk merapatkan barisan dalam meningkatkan keamanan,” tegas Sukono yang juga Kades Katur tersebut.
Dia menghibau, selain keamanan dari pihak terkait, warga diminta untuk berhati-hati dan selalu menjaga keamanan di rumahnya. Salah satu caranya adalah memeriksa semua pintu, cendela dan tempat lain sebelum tidur untuk dikunci.
“Saya yakin pelakunya tidak mungkin cuman warga sekitar tetapi tidak menutup kemungkinan juga warga dari luar. Karena itu, siapapun mereka karena melakukan kejahatan harus diberantas tanpa diberi ampun. Harus ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Agar, tidak semakin merajalela,” tandas Sukono.
Ketika disinggung apakah maraknya pencurian ini akibat dampak pengurangan tenaga kerja (naker) menjelang proyek Blok Cepu berakhir, Sukono tak menampiknya. Meskipun kejahatan seperti ini telah terjadi sejak dulu sebelum proyek Banyuurip berlangsung.
“Ya kemungkinan ada hubungannya dengan pengurangan naker proyek yang membuat pengangguran kembali bertambah. Tetapi, di sisi lain juga tidak semuanya dari faktor itu. Namun, karena ada kesempatan dari pelaku untuk melancarkan aksinya,” imbuh Sukono. (sam)