SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Pendamping program taruna bangga usaha (Tangguh), Mercy Corps, menggelar penandatanganan perjanjian kerjasama permberdayaan koperasi program tangguh II bagi pemuda di ring satu Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Pendapa Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur, Kamis (19/3/2015).
Hadir dalam acara tersebut Field Public and Government Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, Direktur Mercy Corps Indonesia, Paul Jeffry, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Bojonegoro, Nuzul Huda, Disnakertransos, Saptatik, Kepala Desa se Kecamatan Gayam, Pemuda dan Muspika setempat.Â
Camat Gayam, Hartono, mengatakan kedatangan Mercy Corps ini dapat memberikan dampak positif bagi warga desa sekitar proyek Banyuurip. Utamanya kawula muda untuk mencapai kesuksesan dalam berwirausaha.
“Ini bukan pekerjaan yang mudah untuk mewujudkannya. Sebab, harus didasari dengan niat dan komitmen yang kuat dari semua pengurus. Jika tidak, maka tidak mungkin semua itu akan terwujud,” kata Hartono saat memberikan sambutannya.
Untuk menciptakan hal itu, kata Hartono, baik EMCL maupun Mercy Corps agar selalu memberikan sentuhan pembinaan yang serius untuk mengantisipasi jika nanti telah ditinggalkan oleh pendamping.
“Menurut saya mumpung masih ada pendamping perlu adanya evaluasi terus untuk perbaikan pengurus. Sehingga, ketika nanti ditinggal oleh pendamping pengurus sudah faham keseluruhan dan tidak kesulitan dalam mengelolanya,” saran mantan Camat Purwosari itu.
Hartono berharap, agar EMCL dan Mercy Corps terus memberikan pemikiran, dan petunjuk yang bagus agar kedepan lebih mudah mengawal program yang dilaksanakan. Utamanya terkait bunga untuk peminjam harus diselaraskan antara koperasi yang satu dengan lainnya.
“Perlu adanya kesamaan agar tidak terjadi konflik, dan saya yakin dengan adanya kesamaan maka semua akan berjalan dengan lancar,” pesannya.
“Kami ucapkan trima kasih atas dilibatkannya kami dalam meningkatkan ekonomi warga sekitar. Semoga melalui program tangguh II ini kedepan warga lebih baik lagi dalam prekonomiannya, dan jika nanti telah dilepas pendamping maka bisa diteruskan melalui Dinas Koperasi UKM Bojonegoro,” sambung Field Public and Government Manager EMCL, Rexy Mawardijaya
Adi, tim Mercy Corps, mengaku, sebelumnya ada sekitar 105 pemuda yang berasal dari 10 desa di wilayah Kecamatan Gayam, kemudian bertambah menjadi sekitar 205 pemuda yang bergabung. Salah satunya adalah program komunitas yang akan dilakukan oleh pemuda. Mereka akan memperoleh pelatihan potong rambut, ternak ikan, hom indutri dan lain sebagainya.
“Semula ada 9 koperasi dalam pendampingan selama hampir dua bulan. Kemudian hasil seleksi, tinggal menetapkan 5 koperasi,” jelas Adi. (sam)