SuaraBanyuurip.com – Samian Sasong
Bojonegoro – Sempat tertunda, pertemuan lanjutan untuk membahas penghadangan tenaga kerja proyek Banyuurip, Blok Cepu, pasca terjadinya kasus tabrak lari yang merenggut nyawa Madrim (80), warga Desa Katur, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akhirnya berlangsung hari ini di ruang pertemuan kantor kecamatan setempat, Rabu (8/4/2014).
Musyawarah yang difasilitasi Muspika Gayam, itu dihadiri perwakilan keluarga korban, Mualim, kontraktor Engineering, Procurement and Constructors (EPC) – 1 Banyuurip Edy Purwanto dan Jarnoto, EPC-5 Banyuurip yaitu Nina Megawati serta sejumlah pejabat EMCL, Rexy Mawardijaya, Ikhwan Arifin, Ismail Wardi, dan Agus Qimul.
Sejumlah kepala desa di wilayah Gayam juga hadir. Di antaranya Kepala Desa (Kades) Katur, Kades Katur, Gayam, Brabowan, Bonorejo, dan Ngraho. Serta Kapolsek Gayam, Pam Ovit, dan Kepala Unit Kevelakaan Lalu-lintas (Kanit Laka) Polres Bojonegoro.
Camat Gayam, Hartono, mengatakan, musyawarah yang dilakukan hari ini bertujuan untuk mencari solusi terbaik agar kejadian sweeping atau penghadangan naker Banyurip yang dilakukan warga Katur segera terselesaikan.
“Saya minta warga Katur untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak lain yang mungkin ada kepentingan pribadi, dan sweeping untuk tidak dilanjutkan. Agar tidak membuat pengguna jalan lain kurang nyaman,” kata Hartono dalam pertemuan.
“Saya sarankan, warga untuk tidak meneruskan sweepingnya. Karena, kalau masih diteruskan akan berhadapan dengan kami. Sebab, dari pihak keluarga korban sudah menerima musibah itu dan tidak akan menuntut kepada siapapun,” tegas Kapolsek Gayam, AKP Sudirman.
Perwakilan keluarga korban, Mualim, menegaskan, jika aksi sweeping naker yang dilakukan warga di jalan poros Kalitidu – Gayam tepatnya di Dusun Bendo, Desa Katur, beberapa waktu lalu itu tidak ada yang menumpangi. Aksi tersebut murni sebagai bentuk kekesalan warga akibat ulah naker yang selalu kebut-kebutan dalam bekerndara saat pulang dan berangkat kerja. , dan tidak ada pihak lain yang menumpanginya.
“Mohon maaf apa yang kami lakukan sweeping naker waktu itu karena kesal ulah naker yang selalu kebut-kebutan, dan kebawa emosi keluarga kami meninggal akibat tabrak lari,” ujar Mualim.
Pada kesempatan itu, Kades Katur, Sukono, berharap pihak perusahaan mengantisipasi ulah naker yang ugal-ugalan dengan menempatkan flagmen atau pihak anggota Polsek Gayam di titik-titik yang dianggap rawan kecelakaan.
“Ini untuk mengantisipasi agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Field Public and Government Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, berharap, kecelakaan yang menimpa Madrim, menjadikan pelajaran bagi semua pihak agar berhati-hati dalam berkendara dan harus mentaati aturan berlalu-lintas.
“”Kami atas nama pribadi atau perusahaan mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya pak Madrim. Kami juga sudah memberikan bantuan kepada korban, dan jangan dilihat nilainya tetapi sebagai bentuk kepedulian kami sebagai tetangga untuk ikut berbela sungkawa,” imbuh Rexy. (sam)