SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Proyek minyak Banyuurip, Blok cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sudah mulai mengurangi jumlah tenaga kerja menyusul selesainya sejumlah pekerjaan. Namun para pengusaha katering di wilayah setempat masih banyak yang bertahan untuk melayani makan para pekerja.
Banyak order yang diterima mereka dari kontraktor pelaksana proyek engineering, procurement, and constructions (EPC)-1 dan 5 Banyuurip maupun subkontraktornya untuk memenuhi kebutuhan makan para pekerja proyek.
Salah satunya CV Chandara Kharisma, asal Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Perusahaan ini mendapatkan order sebanyak sekitar 900 nasi kotak dari kontraktor pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip, PT. Tripatra Engineers & Constructors, dan EPC-5 PT Hutama Karya – PT Rekayasa Industri (HK-Rekind) untuk makan para karyawan maupun pekerja proyek setiap pagi dan siang.
“Alhamdulillah kami bisa terlibat di jasa katering. Untuk saya, hanya melayani makan pagi dan siang. Sedangkan paginya dilakukan pengusaha lain sekitar sini biar sama-sama merasakan berkah proyek Migas,” kata Komisaris CV Chandra Kharisma, Sri Muntiah kepada suara banyuurip, Senin (13/4/2015).
Dalam menjalankan usahanya, CV Chandra Kharisma telah melibatkan 11 tenaga kerja yang semuanya adalah ibu rumah tangga sebagai juru masak. Selain itu, juga melibatkan sekitar sembilan warga untuk sebagai vendor yang mencukupi kebutuhan bahan – bahan baku masakan. Seperti kebutuhan beras, sayur-sayuran, kotak pembungkus nasi dan lain-lainnya.
“900 kotak itu, rinciannya, 100 kotak naker di EPC-1 dan 800 kotaknya lagi naker di EPC-5. Nasi ini tidak saya nganter tetapi diambil sendiri dari perusahaan yang pesan,†ujar Sri Muntiah.
“Kami juga ingin memberdayakan warga sekitar sini dengan memberikan kesempatan untuk bekerja langsung maupun peluang usaha, Mas,” lanjut wanitia yang biasa disapa Bu Chandra yang berdomisili di RT/RW 01/02 Desa Sudu.
Senada dikatakan, Direktur CV Agung Rizki, Siti Maskurotin. Perusahaan asal Desa Begadon ini juga banyak menerima order nasi kotak baik dari PT Tripatra – Samsung, pelaksana proyek EPC-1 Banyuurip.
“Semula saya mendapat jatah total 700 kotak. Tapi, sekarang tinggal 650 kotak,” kata Siti Maskurotin ditemui terpisah.
Jumlah tenaga kerja yang dilibatkan 17 tenaga kerja. Rinciannya 13 orang ibu rumah tangga sebagai juru masak dan 4 orang laki-laki sebagai tukang angkut. Selain itu, juga melibatkan sekitar sembilan warga untuk sebagai vendor yang mencukupi kebutuhan bahan baku masakan.
“Berapapun nilainya hasil yang kita peroleh kita syukuri saja, Mas,” imbuh istri mantan Kades Begadon, Hariono tersebut. (sam)