Dipertemukan, Warga Batal Sweeping Naker Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sweeping tenaga kerja (Naker) dari luar daerah yang akan dilakukan warga sekitar pemboran migas Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (15/4/2015) pagi tadi, batal dilakukan. Alasannya, perwakilan warga dipertemukan dengan kontraktor pelaksana proyek rekayasa, pengadaan dan konstruksi (Engineering, procurement and constructors/EPC) Banyuurip yang difasilitasi Muspika Gayam.

Dari pantauan menyebut, pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Camat Gayam itu dihadiri perwakilan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Agus Qimul, Kontraktor EPC-1, PT Tripatra, Edi Purwanto dan Jarnoto, Project Manager. PT Wifgasindo, Wahyudi Susanto, kepala desa, perwakilan warga, Pujianto dan Sutikno, Kapolsek Gayam, AKP Sudirman, dan jajaran anggota Pam Ovit.

Dalam pertemuan itu ada beberapa hal yang dibahas. Di antaranya larangan melakukan sweeping terhadap pekera, dan perekrutan sekira 40 tenaga kerja yang telah dilakukan Medical Chek Up (MCU) oleh PT Wifgasindo, subkontraktor PT Tripatra yang hingga kini belum mulai bekerja.

Baca Juga :   Puluhan Mahasiswa Belajar Bisnis Hulu Migas

“Kita menghormati semua pihak utamanya Muspika Gayam, jadi aksi kami urungkan. Tapi kami menuntut agar 40 orang yang sudah di MCU segera direkrut,” tegas Pujianto, perwakilan warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam dalam pertemuan.

Kepala Desa (Kades) Katur, Sukono, menambahkan, agar dalam pengurangan tenaga kerja ini perusahaan memprioritaskan tenaga kerja dari luar wilayah Kecamatan Gayam.

“Saya minta warga sekitar proyek sini jangan disurplus dulu. Terkecuali punya rapot merah silahkan,” tandas Sukono.

Ketua Paguyuban Kades se-Kecamatan Gayam itu berharap, perusahaan baik Wifgasindo maupun lainya untuk memperhatikan warga sekitar proyek secara maksimal. “Saya minta jika Wifgasindo membutuhkan naker harus berkoordinasi dengan Kades. Agar tidak memunculkan gejolak warga,” tegasnya.

Camat Gayam, Hartono, meminta kepada PT Wifgasindo tidak mengulangi kembali tindakannya. Artinya, memberikan kesempatan orang lokal bekerja baik skill maunpun unskill. Sehingga tidak membuat permasalahan di sekitar proyek.

“Saya yakin warga sekitar sini sudah banyak punya pengalaman skill, dan kedepan harus berkomunikasi dengan kades tentang naker,” kata Hartono.

Baca Juga :   Pemdes Jatimulyo Terima Bantuan Komputer

Mantan Camat Purwosari itu juga berpesan kepada perwakilan EMCL yang hadir pada pertemuan ini untuk menyampaikan ke kontraktornya agar dalam mengurangi naker lebih dulu dilakukan evaluasi.

“Jangan asal mengurangi. Tetapi untuk di nilai kinerjannya mereka terlebih dulu,” tegas Hartono.

“Semua masukan akan saya perhatikan demi kedepan lebih baik. 40 warga yang sudah di MCU pengajuan dari pak Pujianto itu belum masuk saya tidak tahu karena tidak ada lamaran. Jadi akan dievaluasi dulu,” sambung Project Manager PT Wifgasindo, Wahyudi Susanto seusai pertemuan. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *