Rakyat Mojodelik Terima 9.285 Kilogram Beras

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Masyarakat di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur akan menerima kompensasi berupa beras 9.285 Kilogram tiap bulan. Kompensasi dari kegiatan gas flare ini mulai bulan Juli 2015 mendatang untuk 1.426 KK.

Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu, mengatakan, untuk masyarakat di Dusun Ledok dan Samben, masing-masing kepala keluarga akan mendapatkan 10 Kilogram beras.

“Total kedua dusun itu ada 427 KK,” ujarnya.

Yuntik melanjutkan, untuk lima Dusun lainnya yakni Dusun Rambitan, Dawung, Mojo, Gledengan, dan Dusun Sogo masing-masing KK akan mendapatkan 5 Kilogram beras. 

“Untuk kelima dusun itu total ada 1.003 KK,” tukasnya.

Wanita berjilbab ini menyampaikan, beras yang akan diberikan kepada masyarakat tersebut, merupakan bentuk kompensasi adanya kegiatan flaring atau gas suar bakar di tapak sumur (well pad) B sebesar 23 juta standart kaki kubik (MMSCFD).

“Alhamdulilah untuk masalah kompensasi beras tidak ada masalah di tingkat masyarakat,”ujarnya kepada Suarabanyuurip saat ditemui di kantornya, Senin (8/6/2015).

Baca Juga :   Pelatihan Operator Forklift di PPSDM Migas

Dia menyampaikan, saat ini EMCL akan membentuk tim yang didalamnya terdiri dari aparat Polri dan TNI, Pemdes, Kecamatan, serta EMCL sendiri untuk menampung aspirasi masyarakat jika ada keluhan terkait hal itu.

“Sehingga, tidak ada gejolak sosial di masyarakat apabila ada yang merasa kurang,” imbuhnya.

Pihaknya menyatakan, sebagian besar masyarakat menyampaikan keberatan dengan jumlah beras yang akan diberikan oleh EMCL. Namun, hal itu sudah dikomunikasikan dengan baik, dan sampai sekarang kondisi di masyarakat tetap kondusif.

“Tim penampung aspirasi ini merupakan salah satu langkah untuk mengantisipasi munculnya gejolak. Jadi kalau ada yang keberatan akan ditampung oleh tim dan dicarikan solusi terbaik,” tandasnya. 

Sementara itu, Ngasri (35), Warga Dusun Ngrambitan, mengatakan, selama ini belum mendapatkan kompensasi beras dari operator Blok Cepu. Hanya mendapat jatah raskin dari pemerintah pusat melalui pemerintah desa.

“Ya kalau ditambahi lagi malah syukur Alhamdulillah, Mbak,”tukasnya sambil mencabut rumput di sawah atau bahasa jawanya Matun ini beberapa waktu lalu.  (rien)

Baca Juga :   Proyeksikan Sentra Buah di Sekitar Karang Mudi

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *